WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Rabu, 31 Oktober 2007

JURU KAMPANYE NASIONAL TURUT KAMPANYE GUBERNUR KALBAR

Pontianak, 30/10 (ANTARA) - Juru kampanye partai politik tingkat nasional, ikut serta berkampanye dalam pemilihan gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) 2008-2013 di Pontianak, Selasa.

Juru kampanye nasional itu, semisal Ali Wongso Sinaga dari Partai Golkar dan Uray Faisal Hamid dari Partai Persatuan Pembangunan. Kedua orang tersebut bersama-sama juru kampanye daerah, ikut serta mengelu-elukan calon gubernur Kalbar 2008-2013, pasangan nomor urut 1. H Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, di halaman Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak.

Ali Wongso Sinaga, dalam kampanye sekitar 5 menit, mengingatkan masyarakat yang hadir dalam kampanye putaran pertama tersebut agar memilih pasangan nomor 1, UJ-LHK yang sudah terbukti berhasil memimpin Kalbar selama lima tahun terakhir. "UJ dan LH Kadir sudah terbukti memimpin Kalbar dengan aman. Coba bandingkan dengan yang dulu, sekarang Kalbar menjadi aman," kata Ali Wongso Sinaga berjaket kuning.

Ia menyatakan, Partai Golkar akan mendorong dan membantu secara penuh pasangan Usman Ja'far dan LH Kadir memimpin dan membangun Kalbar. Bukti-bukti keberhasilan yang dicapai selama kepemimpinan UJ-LHK, amannya Kalbar, terjadinya pembangunan, harus ditingkatkan terus agar rakyat Kalbar sejahtera," katanya.

Sementara Uray Faisal Hamid yang jug tokoh PPP asal Kalbar, berpesan agar masyarakat kembali memilih pasangan UJ-LHK karena untuk melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan selama ini.

Selain kedua orang tersebut, tampak ikut serta berkampanye, di antaranya, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie, Ketua DPW Partai Amanat Nasional Kalbar, Muda Mahendrawan. Pasangan UJ-LHK diusung delapan partai meliputi Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka, dengan perolehan suara dalam Pemilu 2004 mencapai 53,39 persen.

Kampanye hari pertama tersebut, diisi hiburan pedangdut A Rafiq, Elvi Sukaesih dan Siti KDI. Warga yang hadir tampak berjoget sambil mengibarkan bendera partai-partai. Di pentas kampanye, Uray Faisal Hamid, Usman Ja'far, para ketua partai pengusung, juga tampak berjoget sambil memberikan simbol angka satu pada jari telunjuk masing-masing.

Selain di Kota Pontianak, tiga pasangan calon gubernur lain juga sedang mengadakan kampanye di daerah kabupaten/kota di wilayah Kalbar sesuai jadwal kampanye yang diputuskan melalui pencabutan undian. Pasangan nomor urut 2. Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong berkampanye di Sintang, urut 3. Pasangan M Akil Mochtar - AR Mecer di Sanggau, urut 4. Cornelis - Christiandy Sanjaya di Singkawang.

PILGUB KALBAR RAWAN INTIMIDASI DAN POLITISASI ETNIS

Pontianak, 30/10 (ANTARA) - Solidaritas Mahasiswa dan Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) Kalimantan Barat (Kalbar), dalam aksinya di tugu Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak, Selasa, memperingatkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang berlangsung 15 November mendatang rawan intimidasi, politisasi etnis dan politik uang.

"Kalau memang diperlukan, masyarakat jangan ikut memilih dalam pemilihan gubernur, karena hanya menguntungkan salah satu pasangan calon yang tidak sesuai dengan kriteria pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat Kalbar," kata Koordinator aksi mahasiswa, Dedy Armayadi, saat melakukan aksi "Golput" (golongan putih) di Tugu Digulis Untan, Jl Ahmad Yani.

Akibat aksi tersebut, lalu lintas di sekitar kawasan tersebut menjadi macet, meskipun puluhan aparat Kepolisian Kota Besar Pontianak sudah bersusah payah mengatur lalu lintas agar tidak sampai macet.

Mulai hari ini, empat pasangan calon gubernur Kalbar berkeliling wilayah setempat guna berkampanye hingga 11 November mendatang.

Berdasarkan penetapan nomor urut para calon, urut 1, pasangan incumbent, Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, urut 2. H Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, urut 3. HM Akil Mochtar - AR Mecer dan urut 4. Cornelis - Christiandy Sanjaya. Empat psangan calon tersebut akan maju dalam Pilgub Kalbar 2008-2013.

Dedy Armayadi mengatakan, masyarakat hendaknya tidak mudah dibuai oleh janji para pasangan calon yang akan maju dalam Pilgub nanti, karena janji tersebut hanya diucapkan saat kampanye. Tetapi pada saat menjabat nanti para pemimpin yang terpilih hanya sibuk mengurus bagaimana mengembalikan modal yang telah ia keluarkan selama kampanye.

"Mari kita golput saja, daripada pemimpin yang kita pilih nantinya hanya akan mengecewakan kita," katanya.

Hal senada juga diserukan oleh Suud (24) salah seorang peserta aksi, mengatakan, daripada bersusah payah memilih pemimpin yang belum tentu benar, lebih baik tidak memilih satu pun pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Ia menuding, pesta demokrasi yang diselenggarakan secara besar-besaran di Kalbar hanya menghambur-hamburkan uang rakyat. "Kita sepertinya dihipnotis oleh pesta demokrasi itu, padahal masih banyak penindasan, intimidasi dan perpecahan yang sering terjadi menjelang pemilu gubernur nanti," katanya.

Suud juga mempertanyakan, seusai Pilkada nanti kehidupan masyarakat Kalbar yang masih banyak di bawah garis kemiskinan, dan rendahnya pelayanan kesehatan serta minimnya sarana dan prasarana infrastruktur, bisa dipenuhi oleh pemimpin baru?

Dalam aksinya para mahasiswa menolak anti inkonsistensi gerakan mahasiswa dan pemuda Kalbar, menolak politik uang, intimidasi dan politisasi etnisitas pada Pilkada. Mereka juga mengingatkan pentingnya prioritas pelayanan umum dan jangan mabuk Pilkada.

KPU Provinsi Kalbar menetapkan jadwal kampanye untuk empat pasang calon gubernur-wakil gubernur yang akan berlangsung mulai 29 Oktober - 11 Nopember. Daerah kampanye terbagi menjadi empat zona yakni Zona I meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Kemudian Zona II Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Zona III meliputi Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak dan Kabupaten Sekadau. Sedangkan Zona IV Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi.

Sementara waktu kampanye terbagi menjadi empat periode yakni 30 Oktober - 1 Nopember, 2 - 4 Nopember, 5 - 7 Nopember, dan 8 - 10 Nopember. Untuk kampanye tanggal 29 Oktober, setiap calon akan diberi kesempatan menyampaikan visi misinya di Gedung DPRD Kalbar, Pontianak. Kemudian tanggal 11 Nopember kampanye debat publik di media massa.

Berdasarkan hasil cabut undi yang dilakukan masing-masing tim kampanye calon, periode pertama kampanye untuk pasangan nomor urut 1 di Zona I, nomor urut 2 Zona IV, nomor urut III Zona III, dan nomor urut IV Zona II.

Periode kedua, nomor urut 1 di Zona IV, nomor urut 2 Zona III, nomor urut 3 Zona II, dan nomor urut 4 di Zona I. Kemudian periode ketiga, nomor urut 1 di Zona III, nomor urut 2 di Zona II, nomor urut 3 Zona I, dan nomor urut 4 Zona IV.

Periode terakhir, nomor urut 1 di Zona II, nomor urut 2 Zona I, nomor urut 3 Zona IV, dan nomor urut 4 di Zona III.

OESMAN SAPTA AKAN PERJUANGKAN PENAMBAHAN APBD KALBAR

Pontianak, 29/10 (ANTARA) - Pasangan calon gubernur Kalimantan Barat 2008-2013 Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong dalam penyampaian visi dan misinya di ruang Balairung Sari Gedung DPRD Kalbar, Senin, menyatakan, akan memperjuangkan penambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalbar dari Rp1,1 triliun menjadi Rp5 triliun hingga Rp10 triliun/tahun.


"Saat ini para pemimpin tidak hanya menyampaikan wacana-wacana, melainkan apa yang telah ia perbuat selama memimpin," kata Oesman Sapta Odang dengan lantang saat menyampaikan visi dan misinya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kalbar yang dipimpin Ketua DPRD Kalbar, Zulfadli.

Dalam visi dan misinya pasangan yang maju melalui Koalisi Kalbar Maju Adil Sejahtera (MAS) itu, akan konsen memperjuangkan pendidikan dan kesehatan gratis. Karena dua hal tersebut sangat menentukan bagi kemajuan Kalbar mendatang.

"Suatu daerah tidak akan bisa maju kalau dua hal tersebut tidak bisa didongkrak. Bagaimana suatu daerah bisa maju kalau Sumber Daya Manusia (SDM)-nya tidak mendukung," katanya setengah bertanya.

Ia mengatakan, bagaimana Kalbar bisa maju kalau APBD pertahunnya hanya Rp1,1 triliun, apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk 4,5 juta dan luas wilayah sekitar 146.807 kilometer persegi.

"Kalau tidak diperjuangkan mulai sekarang, mungkin seratus tahun lagi Kalbar baru bisa maju untuk mengejar ketertinggalannya dari daerah lain. Maka dari itu mari kita bersama-sama mendorong uang masuk melalui relasi, lobi-lobi serta partner yang langsung datang dari luar negeri ke Kalbar. Sehingga tidak lagi tergantung pada pemerintah pusat," katanya.

Ia juga menambahkan, akibat masih rendahnya dukungan dari APBD, bidang pendidikan di Kalbar menjadi semakin tertinggal, masih banyak masyarakat yang tidak bisa melanjutkan sekolah.

"Kami akan memperjuangkan pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis, dan kalau dalam tiga tahun tidak berhasil memimpin Kalbar, saya siap turun dari jabatan gubernur kalau nanti terpilih," katanya lagi.

Selain itu, dalam visi dan misinya Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong juga akan memperjuangkan dan meningkatkan pelayanan pengentasan kemiskinan, perluasan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi kemitraan dan lain-lain.

Oesman Sapta - Ignatius Lyong diusung oleh tujuh partai yang tergabung dalam Koalisi Kalbar MAS. Tujuh partai itu adalah Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, dan Partai Patriot. Jumlah suara ketujuh partai tersebut dalam Pemilu 2004 adalah 15,45 persen.

Sementara pasangan incumbent Usman Ja'far - LH Kadir diusung Koalisi Harmonis yakni gabungan Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka. Porsi suara delapan partai pada pemilu legislatif 2004 lalu mencapai 52,41 persen.

Sedangkan Akil Mochtar - AR Mecer diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB) yang terdiri delapan partai, yakni Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). Porsi suara delapan partai gurem ini 15,08 persen.

Sementara Cornelis - Christiandy Sanjaya diusung oleh PDI Perjuangan dengan porsi suara yang diraih PDI Perjuangan pada Pemilu 2004 lalu 17,07 persen.

Berdasarkan penetapan nomor urut para calon, urut 1, Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, urut 2. H Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, urut 3. HM Akil Mochtar - AR Mecer dan urut 4. Cornelis - Christiandy Sanjaya.