WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Minggu, 11 November 2007

VISI MISI KANDIDAT BELUM SENTUH MASALAH POKOK MASYARAKAT KALBAR


Pontianak, 12/11 (ANTARA) - Visi misi kandidat Gubernur - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013 terhadap sejumlah masalah pokok di provinsi itu seperti korupsi, pendidikan dan lingkungan hidup dinilai belum memberikan solusi kongkrit dalam penanganannya di masa mendatang.

Hal itu dinyatakan sejumlah panelis dari akademisi usai debat publik empat kandidat Gubernur - Wakil Gubernur Kalbar periode 2008-2013 yang digelar KPU Kalbar di Hotel Santika, Pontianak, Minggu malam.

"Belum ada kandidat yang menjawab secara jelas mengenai masalah korupsi, baik penanganan maupun antisipasinya," kata salah seorang panelis, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof DR Redatin Parwadi.

Padahal, untuk Indonesia, korupsi merupakan isu global. Salah satu tolok ukur masyarakat internasional karena penilaian indeks penanganan korupsi yang cenderung menurun. Menurut dia, korupsi menjadi salah satu penyebab masyarakat menjadi tidak makmur.

"Begitu banyak proses yang harus dilakukan sebelum hak publik dalam hal ini uang pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal, efisien dan tepat waktu," kata Redatin.

Sementara Guru Besar Fakultas Kehutanan Untan, Prof Dr Herujono Hadisuparto MSc mengatakan, dari visi misi yang disampaikan para kandidat, sebagian besar masih sekedar retorika belaka.

Selain itu, lanjutnya, pemahaman para kandidat terhadap isu pemanasan global (global warming) masih minim. "Seharusnya disadari bahwa Indonesia sudah dituduh negara-negara maju sebagai penyebab pemanasan global nomor tiga terbesar di dunia," katanya.

Terhadap jawaban para kandidat, ia hanya memberi nilai antara enam hingga tujuh untuk penanganan masalah lingkungan. Namun ia mengaku cukup gembira karena masalah lingkungan yang selama ini masih berada di nomor "buntut" dari program pemerintah, mulai mendapat perhatian.

Pakar pendidikan, DR Aloysius Mering M Pd menambahkan, visi misi yang disampaikan para kandidat di bidang pendidikan juga cenderung mengutamakan kuantitas, bukan kualitas.

"Kualitas seharusnya menjadi tolok ukur supaya anak didik tidak khawatir dengan standar kelulusan yang ditetapkan pemerintah," kata Aloysius Mering, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untan itu.

Sedangkan DR Fariastuti dari Fakultas Ekonomi Untan menilai, angka statistik masih menjadi patokan untuk menentukan syarat kemiskinan. Penanganan secara parsial tanpa mencari akar penyebab kemiskinan belum mendapat perhatian penuh para kandidat.

"Perlu dicari solusi kongkrit terhadap masalah kemiskinan, tidak sekedar memberi hasil seperti beras keluarga miskin atau program bantuan langsung tunai," kata Fariastuti,
Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar periode 2008-2013 diikuti empat pasangan calon yakni berdasarkan penetapan nomor urut para calon, urut 1, H Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir (keduanya calon incumbent), urut 2. H Oesman Sapta Odang (pengusaha)- Ignatius Lyong (birokrat), urut 3. HM Akil Mochtar (anggota Komisi III DPR RI) - AR Mecer (aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan) dan urut 4. Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (aktivis pendidikan).

Tidak ada komentar: