WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Sabtu, 10 November 2007

PERHITUNGAN SUARA SEMENTARA HARUS DILENGKAPI DOKUMEN TERTULIS

Pontianak, 9/11 (ANTARA) - Menghindari kerancuan jumlah suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah diminta untuk tidak menyampaikan ke publik hasil perhitungan sementara yang tidak dilengkapi dokumen tertulis.

"Mengacu pengalaman di Maluku Utara dan Sulawesi Selatan, sebaiknya rekapitulasi suara dilakukan secara manual dan dilengkapi berita acara resmi. Hindari penggunaan pesan layanan singkat untuk menerima rekapitulasi suara dari daerah yang jauh," kata I Gusti Putu Artha, Koordinator Wilayah (Korwil) KPU wilayah Kalimantan, Maluku dan Maluku Utara, saat bertemu anggota KPU provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat di Pontianak, Jumat.

Ia mengatakan, berita acara tersebut akan menjadi panduan KPU kalau terjadi penolakan dari masyarakat karena dalam perhitungan sementara angka yang muncul masih simpang siur keakuratannya.

Namun, lanjutnya, rekapitulasi suara secara cepat dari panitia pemilih kecamatan (PPK) tetap memungkinkan asalkan KPU mengeluarkan keputusan.

"Misalnya setelah 10 TPS (tempat pemungutan suara) menyelesaikan perhitungan, hasilnya segera disampaikan ke KPU Provinsi," kata Putu Artha. Penyampaian dokumen tertulis dapat dilakukan melalui fasilitas faxcimile.

Sebelumnya, KPUD Maluku Utara (Malut) mulai hari Kamis (8/11) menghentikan publikasi hasil sementara pemilihan gubernur (pilgub) Malut, dengan alasan, KPUD kabupaten/kota mulai melakukan pleno penetapan hasil pilgub di wilayah masing-masing.

Saling klaim soal jumlah suara juga terjadi pada Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.

Untuk Kalbar, jadwal pemungutan suara pada Kamis (15/11) dengan jumlah calon sebanyak empat pasang yakni sesuai nomor urut Usman Ja'far - LH Kadir, Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, Akil Mochtar - AR Mecer dan Cornelis - Christiandy Sanjay

Tidak ada komentar: