WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Jumat, 16 November 2007

PEMUNGUTAN SUARA SATU TPS DI KOTA PONTIANAK DIHENTIKAN

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Pemungutan suara Pemilu Gubernur - Wakil Gubernur Kalimantan Barat di TPS 051 Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kamis pukul 12.00 WIB, dihentikan untuk diulang kembali pada Sabtu (17/11) pagi.

Ketua Pokja Pemungutan dan Perhitungan Suara KPUD Kota Pontianak, Sujadi di Pontianak, Kamis, mengatakan, terdapat 43 warga yang tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara (DPT) namun mendapat surat undangan dan memberikan suaranya di TPS tersebut.

KPU Daerah Kota Pontianak sudah mengeluarkan surat edaran No 270/327/KPU-Kota tanggal 12 Nopember 2007 salah satu isinya pemilih yang tidak tercantum dalam Salinan Daftar Pemilih Tetap (SDPT) tidak dapat/dilarang melakukan pemberian suara.

Menurut Sujadi, pemberian surat undangan terhadap warga yang tidak terdaftar itu karena ketidaktahuan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 051. "Ketua KPPS di TPS itu mengaku baru mengetahui surat edaran dari KPUD setelah diberitahu salah seorang pemantau," katanya.

Namun KPUD tidak melanjutkan kasus itu ke proses hukum karena dinilai tidak ada unsur kesengajaan. Ketua KPPS dimaksud merupakan pengganti dari ketua sebelumnya yang menjelang hari pemungutan suara mengundurkan diri.

"Sayangnya, Ketua KPPS yang baru itu tidak mengikuti pelatihan menjelang pemungutan suara dari KPU sehingga tidak mengetahui aturan lengkap seputar pemungutan dan perhitungan suara di TPS," kata Sujadi.

Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan kemudian merekomendasikan agar dilakukan pemungutan ulang. Di TPS 051 Kelurahan Sungai Beliung terdapat 380 pemilih sesuai DPT yang diumumkan.

Ia menambahkan, pemungutan ulang akhirnya disepakati dilakukan dua hari sesudahnya karena ada mekanisme yang harus dijalani. "KPPS harus mengundang kembali warga. Selain itu, besok (Jumat) waktu yang singkat sehingga disepakati supaya dilakukan pada Sabtu," katanya.

Tertundanya hasil di TPS 052 ikut mempengaruhi jadwal rapat pleno KPUD Kota Pontianak tentang rekapitulasi suara pemilih. Sebelumnya, KPUD Kota Pontianak menjadwalkan rapat pleno akan dilakukan Jumat (16/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Jadwal tersebut kemudian diubah menjadi Minggu (18/11) pukul 09.00 WIB.

"Dengan catatan, tidak ada kendala dalam proses perhitungan suara di kecamatan," kata Sujadi. Sementara mengenai jumlah warga yang tidak dapat memilih, ia memperkirakan berkisar dua ribu hingga tiga ribu orang.

Menurut Sujadi, angka itu lebih rendah dari prediksi awal yakni 20 persen dari total pemilih di Kota Pontianak yang jumlahnya 370.060 jiwa yang tersebar di 754 PTS.

Tidak ada komentar: