WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Rabu, 14 November 2007

PARTAI POLITIK, PILIHAN USMAN JA'FAR KALAU GAGAL TERPILIH

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Usman Ja'far, mengaku telah berancang-ancang berkiprah di partai politik seandainya ia tidak lagi terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013.

"Latar belakang saya kan pengusaha. Ya bisa jadi berkiprah di politik nanti," kata Usman Ja'far yang didampingi sang istri, Maya Damayanti usai mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 Kelurahan Sungai Bangkong, Pontianak Kota, Kamis.

Mengenai partai apa yang akan digandengnya, Usman Ja'far mengaku belum menentukan. "Tetapi itu nanti setelah lima tahun ke depan," kelitnya. Ia juga bertekad untuk tetap tinggal di Pontianak meski tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah.

"Membangun daerah kan tidak harus dari satu sisi saja. Masih banyak cara lain yang dapat digunakan," katanya.

Usman Ja'far memilih untuk tetap berpasangan dengan Laurentius Herman (LH) Kadir saat maju dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar Periode 2008-2013. Keduanya diusung Koalisi Harmoni, gabungan dari delapan partai besar seperti Golkar dan PPP.

Saat mencoblos, Usman Ja'far dan Maya Damayanti dengan berjalan kaki diiringi sejumlah kerabat, teman dekat dan tim kampanye. Kediaman Usman Ja'far hanya berjarak sekitar 50 meter dari TPS 4.

Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent), dua Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), tiga Akil Mochtar (anggota DPR RI) - AR Mecer (mantan dosen), empat Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (aktivis pendidikan).

Usman Ja'far sebelum menjabat sebagai gubernur tidak memiliki latar belakang di bidang politik. Ia merupakan pengusaha di bidang ritel dengan jabatan terakhir direksi di sejumlah perusahaan A Latief Group.

Tidak ada komentar: