WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Selasa, 13 November 2007

MUI KALBAR CABUT DUKUNGAN KE KANDIDAT

Pontianak, 13/11 (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat (Kalbar) akhirnya menarik dukungan dari kesepakatan bersama 21 organisasi Islam terhadap pasangan nomor urut satu dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar periode 2008-2013.

Ketua MUI Kalbar, Ustad H A Rahim Dja'far kepada wartawan di Pontianak, Selasa sore mengatakan, sikap itu diambil dengan berbagai pertimbangan.

"Salah satunya karena permintaan dari Panitia Pengawas (Panwas)," kata Rahim Dja'far di kediamannya.

Selain itu, ia juga mempertimbangkan kemaslahatan umat. Ia mengakui tidak hadir dalam musyawarah berbagai organisasi Islam yang akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama karena tengah mengidap sakit.

Ia ikut menandatangani atas nama MUI Kalbar karena musyawarah tersebut diikuti salah satu ketua.

Rahim Dja'far juga menegaskan bahwa kesepakatan bersama dimana MUI Kalbar ikut menandatangani sebelumnya bukanlah fatwa. "Itu bukan fatwa dari MUI," katanya.

Sebelumnya, Ketua Harian MUI Amidhan, Senin (12/11) menegur MUI Kalbar yang menyerukan warga memilih pasangan nomor urut satu dalam pemilihan Gubernur Kalimantan Barat pada 15 November nanti.

Menurut Amidhan, MUI tidak boleh terlibat politik praktis. Hal itu sesuai dengan hasil Musyawarah Nasional MUI 2001 di Jakarta.

Keterlibatan MUI Kalbar dalam upaya mendukung salah satu figur dalam pemilihan kepala daerah menimbulkan reaksi keras dan bertentangan dengan semangat MUI sendiri.

Bahkan usai pengukuhan pengurus MUI Kota Pontianak Periode 2006-2011, di Pontianak, Selasa (14 Nopember 2006), A Rahim Dja'far pernah menyatakan agar pimpinan MUI kabupaten/kota dan kecamatan senantiasa mewaspadai terhadap penggunaan fatwa-fatwa keagamaan sebagai "fatwa politik".

Saat itu ia mengatakan, berkaitan dengan akan dilaksanakannya Pilkada Gubernur secara langsung tahun 2007, maka semua kebijakan yang dikeluarkan oleh MUI, baik tingkat kecamatan, kota maupun provinsi, harus senantiasa berpijak pada tuntunan ajaran agama dan diorientasikan pada kemaslahatan umat Islam, bukan kepada salah satu pemimpin ataupun golongan politik tertentu.

"MUI adalah institusi keagamaan yang tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah politik praktis. Sikap tegas dan netral harus tergambar dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan, baik berupa fatwa, pernyataan sikap, ataupun himbauan (taushiah) berkaitan dengan Pilkada 2007," kata A Rahim Dja?far, waktu itu.

Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent), dua Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), tiga Akil Mochtar (anggota DPR RI) - AR Mecer (mantan dosen), empat Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (aktivis pendidikan). Pemungutan suara dijadwalkan pada Kamis (15/11). Masa kampanye dimulai pada 29 Oktober dan berakhir 11 Nopember.

1 komentar:

ram mengatakan...

Vegetarian adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari mahluk hidup seperti daging, unggas, ikan atau hasil olahannya.
Istilah Vegetarian diciptakan pada tahun 1847. Pertama kali digunakan secara formal pada tanggal 30 September tahun itu oleh Joseph Brotherton dan lain-lain, di Northwood Villa, Kent, Inggris. Saat itu adalah pertemuan pengukuhan dari Vegetarian Society Inggris.
Kata ini berasal dari bahasa Latin vegetus, yang berarti keseluruhan, sehat, segar, hidup; (jangan dihubungkan dengan 'vegetable-arian' - mitos manusia yang diimajinasikan hidup seluruhnya dari sayur-sayuran tetapi tanpa kacang, buah, biji-bijian, dan sebagainya!)
Sebelum tahun 1847, mereka yang tidak makan daging secara umum dikenal sebagai 'Pythagorean' atau mengikuti 'Sistem Pythagorean', sesuai dengan Pythagoras 'vegetarian' dari Yunani kuno.
Definisi asli dari 'vegetarian' adalah dengan atau tanpa telur atau produk dairy dan definisi ini masih digunakan oleh Vegetarian Society hingga sekarang. Bagaimanapun juga, kebanyakan vegetarian di India tidak memasukkan telur ke dalam diet mereka, seperti juga mereka dari tanah Mediteranian klasik, sebagai contoh Pythagoras.
Di Indonesia secara tradisional suku bangsa Jawa tidak terlalu banyak mengkonsumsi daging dan gemar mengkonsumsi tahu dan tempe dalam menu mereka sehingga dapat dikatakan menjalankan diet semi vegetarian.
Ditengarai orang Yogyakarta memiliki tingkat harapan hidup yang tertinggi di Indonesia karena banyak mengkonsumsi makanan berbahan dasar kedelai tersebut.
Di Indonesia ada sebuah wadah bagi kaum vegetarian yakni IVS (Indonesia Vegetarian Society)situs resminya http://www.ivs-online.org/.
Telah terdapat pula situs tentang vegetarian dalam bahasa Indonesia: http://geocities.com/balialma di mana setiap vegetaris bisa mengirimkan resepnya untuk dimuat pada situs itu.
Catatan: Beberapa restoran masih menggunakan Telur. Data mengenai lokasi di bawah mungkin ada yang sudah tidak valid karena mungkin ada yang sudah tidak beroperasi lagi atau pindah lokasi. Apabila Anda mengetahui adanya perubahan atau penambahan lokasi, silakan email ke:

Di hari pertama aku bertemu denganmu
Adalah hari kelahiranku.
Merah muda dan bulat, oh aku sungguh montok
Bersama Ibu aku bersenda gurau dengan gembira.
Dengan kasih engkau memandangku
Memuji, “Oh, kau sungguh bulat, betapa lucunya!”
Setiap hari engkau datang berkunjung
Membawa air sejuk dan hidangan vegetarian yang lezat.
Ibu dan aku sangat tersentuh
Kebaikanmu lebih berharga dari emas.
Aku menjalani kehidupan yang damai
Di bawah pemeliharaan dan perlindunganmu

Seiring dengan berlalunya waktu aku semakin montok
Hanya makan, istirahat, dan bermain saja…
Begitu indahnya pagi ini

Di kala awan sedang melayang melintasi langit,

Aku dan Ibuku berdekapan erat
Tak sadar akan tragedi yang akan menimpa!


Dua pria muda berotot
Kuat laksana macan dan gajah
Melumatkan tubuh kecilku

Masuk ke dalam sangkar kengerian!
Tidak ada jalan untuk lolos!
Oh Tuhan, api pencucian apakah ini?
Aku meratap dalam ketakutan dan kengerian
Ibu, oh Ibu, tolong selamatkan aku!

Oh pemeliharaku, tolong segera datang lindungi aku!
Selamatkan hidupku, aku masih muda!
Ibuku menjerit dalam duka

Air mata putus asa memenuhi matanya.

Surga yang tak terukur tak dapat menampung

Derita yang tak terkira ini!

Pengurusku berpaling pergi
Tangannya sibuk menghitung tumpukan uang.
Dengan malang aku terguncang-guncang dalam peti barang
Hati yang hancur lebih sakit daripada penderitaan tubuh!
Dua pria muda itu berkelakar:
“Anak babi ini akan sangat lezat!
Besok kita akan menyembelihnya
Untuk merayakan kelahiran bayiku yang baru lahir!”
Oh, betapa ironisnya hidup ini!
Jiwaku dihancurkan,
Air mata mengalir dalam hatiku
Laksana darah mengalir dalam anak sungai.
Aku kira kau mencintaiku
Memeliharaku sampai dewasa
Tetapi semua ini hanyalah pura-pura
Bagimu, ini hanyalah keuntungan dan uang!
Besok tubuhku akan disembelih menjadi potongan kecil
Daging dan tulangku berubah menjadi siksaan belaka
Hanya agar mereka dapat tertawa dalam keriangan
Di pesta dan pertemuan bahagia mereka.
Untuk anakmu yang baru lahir dan yang lainnya
Aku berharap agar mereka panjang umur

Agar keluargamu dapat berkumpul bersama

Dan tidak perlu menanggung nasib seperti diriku...

Aku berdoa agar seluruh keluargamu hidup dengan mulia

Untuk menjadi manusia dalam banyak kehidupan
Dan tak pernah dilahirkan sebagai babi
Yang selalu membayar hutang karma!
Oh, selamat tinggal kehidupan...
Aku rindu pada ibuku yang menderita.
Dengan berlinang air mata aku berteriak...
Oh, Ibu! Ibu... Ibu...




Untuk menyaksikan Supreme Master Television menyiarkan puisi ini secara lengkap, “Suara Hati Seekor Anak Babi,” harap kunjungi situs berikut: http://video.Godsdirectcontact.net/magazine/AJAR527.php



Pemerintah Harus Mendidik
Warga Negaranya
akan Bahaya Daging, Alkohol, dan Tembakau
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Surrey, Inggris, 8 Januari 2006 (Asal dalam bahasa Inggris)
G: Di masa depan, saya kira para pemerintah dari semua negara nantinya akan melakukan sesuatu yang serupa kepada makanan, seperti yang sekarang diterapkan pada rokok, di mana sebuah peringatan dicetak pada sisi luar kemasan, yang mengatakan hal-hal seperti “Rokok dapat membunuh” atau “Rokok menyebabkan kanker paru-paru dan memperpendek hidup Anda.” Bila mereka melakukan itu, maka banyak orang akan berhenti makan daging dan semuanya akan menjadi vegetarian dalam waktu dekat.
Maka, saya menganjurkan para pemimpin, organisasi, atau pemerintah agar memperingatkan orang-orang atau paling tidak membuat kewajiban untuk menempelkan sesuatu seperti gambar seekor sapi mati di dalam toko. Atau memutarkan film yang menggambarkan seluruh proses penjagalan; itu bahkan akan lebih baik, menjadikan orang-orang sadar apakah itu yang mereka ambil dan apa yang sesungguhnya mereka bayarkan.
Jika tidak, saya merasa hal ini seperti suatu kebohongan jika daging yang dijual sudah tidak memiliki bentuk lagi. Sebagai contoh, ayam kadang kala dijual utuh, tetapi biasanya mereka hanya menjual separuhnya atau dalam bentuk potongan-potongan yang tidak menyerupai apa pun. Anda tidak melihat cara mereka memenggal kepala ayam yang masih hidup. Anda tidak melihat cara mereka menggantung sapi dengan satu kaki dan membiarkan darah menetes satu demi satu ke lantai. Anda tidak melihat cara mereka memotong tenggorokan babi saat dia masih meronta-ronta dan kadang kala mereka luput dan harus memotong ulang. Orang-orang tidak menyaksikan itu. Ingat ceramah saya yang berjudul Para Pahlawan Sejati? (DVD #760)
S: Oh, ya, itu tentang persoalan ini juga. Pemerintah Inggris saat ini juga berusaha untuk membuat larangan merokok di tempat-tempat umum.
G: Ya. Secara mengejutkan, Irlandia telah melakukannya terlebih dahulu. Dapatkah Anda mempercayainya? Irlandia adalah suatu negara dengan banyak bar dan orang yang suka minum-minum, akan tetapi mereka masih memiliki cukup akal sehat untuk melakukannya. Beberapa negara lain sedang memulainya secara bertahap dan banyak negara lain lagi yang juga telah mengikutinya. Bagus, Irlandia! Baik bagi negara itu. Saya sungguh merasa sangat bangga karena merokok tidak baik bagi siapa pun; itu sudah diketahui sejak lama. Sudah baik jika ada peringatan pada kemasan, akan tetapi masyarakat masih tetap membelinya. Maka, melarang merokok di tempat-tempat umum sedikitnya melindungi mereka yang tidak merokok.
Tetapi kadang kala masih mengerikan. Sebagai contoh, di hotel, saya menempati lantai bebas rokok. Tetapi saya masih dapat mencium asapnya di kamar mandi. Mengapa tamu di kamar sebelah sembunyi-sembunyi merokok? Mereka tidak memiliki rasa hormat karena setiap hari seperti itu. Orang mungkin mengira bahwa bila mereka masuk ke kamar mandi maka itu sudah cukup baik, akan tetapi asapnya masih beterbangan ke dalam kamar mandi saya karena mereka menyalakan kipas dan kamar-kamar di hotel biasanya saling berhubungan. Kadang kala orang suka masuk ke ruang bebas rokok untuk merokok. Mereka hanya menunjukkan sikap suka melawan atau seperti itu.
Maka, Anda tidak hanya harus melarangnya, tetapi juga menjatuhkan hukuman. Sebagai contoh, bila Anda merokok di kamar kecil pesawat terbang, dendanya 2.000 dolar. Ini dapat berlaku di mana pun, bahkan di hotel. Bila Anda tertangkap basah, maka Anda harus membayar dendanya. Itu cara yang harus ditekankan karena tidak cukup membicarakannya saja. Orang-orang tidak demikian tertib atau bermoral jujur.
Juga, mereka harus menempelkan label pada botol minuman beralkohol seperti, “Minuman beralkohol dapat membahayakan otak Anda dan menyebabkan penyakit” atau setidaknya “Minuman beralkohol membunuh”. Sungguh-sungguh membunuh! Minum dan mengemudi, membunuh ratusan ribu orang setiap tahunnya di seluruh dunia. Semua orang mengetahuinya.
Meskipun demikian, terbunuh bukanlah hal yang terburuk. Sebagian orang lebih suka mati daripada menjadi beban bagi keluarga dan masyarakat atau menyebabkan penderitaan dan dukacita bagi individu dan orang-orang yang terlibat. Itu bahkan lebih buruk daripada kematian. Tentunya, kita tidak ingin siapa pun meninggal seperti itu, tetapi bukankah lebih buruk jika Anda kehilangan lengan, kaki, atau otak Anda dan berbaring di sana karena Anda tidak dapat meninggal dan tidak dapat hidup? Itu membebani masyarakat dan uang pembayar pajak. Itu juga menyebabkan banyak dukacita. Tetapi, bila Anda harus merawat seseorang seperti itu dari hari ke hari, dapatkah Anda bayangkan berapa banyak tekanan psikologis yang akan diterima oleh para anggota keluarga? Tidakkah itu lebih buruk daripada kematian?
Dan juga, bagi anak-anak yang ayah atau ibunya demikian, seperti tidak memiliki apa pun, atau lebih buruk daripada tidak memiliki apa pun. Mereka ke sekolah dan semua orang menanyainya sehingga membuat mereka merasa tidak enak, malu, dan sedih. Jadi, ada dampak psikologis dalam diri anak yang ayahnya berbaring di rumah atau rumah sakit seperti sayuran. Anak-anak tidak tahu bagaimana menjelaskannya sehingga anak-anak lain mengolok-olok mereka atau ayahnya. Dapatkah Anda bayangkan hal-hal seperti ini? Maka, itu bukan hanya sekadar sekarat.
Kita bukannya mendukung atau menyukai kematian dalam kecelakaan lalu lintas akibat mabuk; akan tetapi, dalam banyak kasus keadaan seperti ini masih lebih baik karena pengaruhnya nyata; tidak hanya bagi para korban, tetapi juga bagi keluarga dan teman. Bahkan membicarakannya saja sudah menyebabkan kita merasa tidak nyaman, belum lagi mengatakan penderitaan yang harus ditanggung oleh kita atau anggota keluarga kita bila kita mengalaminya.
Maka, saya kira pemerintah masih belum melakukan yang terbaik. Mereka seharusnya memberi label kepada setiap zat yang berbahaya, setidaknya label itu dapat dibaca oleh anak-anak. Sekarang mereka melarang anak-anak dengan mengatakan, “Jangan minum alkohol,” akan tetapi anak-anak tidak mengetahui alasannya. Bila setiap botol yang diambil terdapat tulisan, “Merusak otak Anda,” atau “Mengurangi kecerdasan Anda” atau “Mengganggu penalaran Anda dengan cara apa pun,” sedikitnya anak-anak dapat membaca dan mengatakan, “Ok, itu alasannya.” Bila hanya disebutkan di televisi atau dicetak sekali pada surat kabar, maka anak-anak tidak akan membacanya. Dan mereka tidak memutar iklan ini setiap hari supaya anak-anak dapat mengetahui bahwa alkohol itu buruk. Mereka hanya menyuruh anak-anak kita “Jangan minum.” Dan Anda tentu memahami anak-anak: Mereka kuat dan pemberontak. Bila Anda mengatakan tidak, mereka menyelinap dan melakukannya dengan cara yang lain. Mereka mungkin berusaha melakukannya sendiri, mencurinya, atau saling menantang untuk melakukannya. Mereka juga dapat pergi ke kedai minuman untuk mendapatkannya. Tidaklah baik. Mengapa mereka tidak menempelkan label atau peringatan? Sebutkan alasannya, seperti yang mereka lakukan pada rokok. Setidaknya sebagian orang akan berhenti minum, atau anak-anak mengetahui dari awal bahwa ini sungguh-sungguh buruk.
S:Guru, saya kira pemerintah tidak sungguh-sungguh berusaha 100%; mereka khawatir akan kondisi perekonomian, karena cukai rokok merupakan sumber pendapatan yang besar.
G: Tetapi mereka telah berusaha; mereka menempelkan peringatan pada bungkus rokok. Mengapa mereka tidak melakukannya pada minuman beralkohol? Alasan ekonomi lagi? Pemerintah dapat memperoleh pendapatan pajak dengan cara yang lain. Jika Anda berhenti perang dan tidak membuat senjata yang menelan banyak dana, maka Anda dapat memberi makan seluruh dunia secara cuma-cuma.
Maka dari itu, pemerintah harus menempelkan peringatan kepada segala hal yang membunuh, baik itu minuman atau hal yang lainnya. Itu yang harus mereka lakukan, karena merekalah pemimpin negara. Mereka seharusnya melindungi rakyatnya supaya jangan sampai ada lebih banyak orang yang jatuh sakit atau sekarat; karena hal ini dapat menguras pajak negara hanya untuk menyembuhkan mereka; kadang kala mereka bahkan tidak dapat disembuhkan karena sudah terlambat. Bahkan jika mereka sanggup menyembuhkan penyakitnya, akan tetapi sang pasien masih tetap harus mengalami banyak penderitaan dan masalah dalam keluarga, entah itu penderitaan emosional maupun psikologis.
Maka, saya tidak memahami apa yang dilakukan oleh para pemimpin dunia, apa yang mereka sibukkan. Mereka harus mengurus dari akar masalahnya: Melarang rokok dan juga menjatuhkan denda bila orang melanggarnya, seperti halnya melanggar hukum. Bila seseorang menikam punggung seseorang yang lain, maka mereka memasukkannya ke dalam penjara setidaknya untuk sementara waktu. Maka, bila seseorang meniupkan asap ke dalam hidung Anda dan menyebabkan Anda lambat laun terkena kanker atau sakit, mereka juga harus masuk penjara, atau sedikitnya menghadapi hukuman sehingga mereka akan berhenti merokok. Ini merupakan semacam pembunuhan yang berbeda, penganiayaan yang berbeda dengan kerugian yang berbeda. Tetapi masih tetap menyangkut jasmani. Seperti menikam seseorang, hanya saja berbeda karena prosesnya lambat dan tidak kasat mata. Semua orang mengetahui bahwa asap rokok sangat buruk dan dapat membunuh banyak orang, menimbulkan banyak penderitaan, menyebabkan banyak orang sakit, dan mengancam sistem keamanan sosial. Semua orang mengetahuinya, akan tetapi mereka tidak melakukan apa pun.
Bagaimanapun juga, apa gunanya mencemaskan kemunduran ekonomi dengan memperingatkan orang agar jangan membeli rokok atau mencemaskan orang akan membeli lebih sedikit rokok dan pada saat yang sama Anda memboroskan pendapatan dari cukai rokok itu untuk membayar pasien yang sakit?
S: Ada penelitian yang menyebutkan bahwa biaya perawatannya jauh lebih mahal.
G: Ya, lebih mahal, itu yang pertama. Yang kedua, menimbulkan banyak penderitaan. Bukan hanya uang! Menyebabkan banyak penderitaan jasmani dan emosional; selain itu juga dapat merusak kecerdasan bangsa. Ada demikian banyak otak yang telah rusak karena rokok dan minuman keras. Otak itu seharusnya dapat kita gunakan untuk membangun bangsa, membangun dunia yang lebih damai, lebih cerdas, dan lebih layak.
Sebelumnya, sekitar seratus tahun yang lalu atau lebih, alkohol dilarang dan tidak diperbolehkan untuk diminum. Saya tidak tahu mengapa mereka sekarang mengizinkannya. Semua orang mengetahui bahwa zat itu beracun, akan tetapi mereka masih mengizinkannya untuk dijual secara bebas. Mereka mengatakan bahwa hanya orang dewasa yang dapat membeli minuman keras, akan tetapi bagaimana Anda dapat melarang anak-anak Anda untuk meminumnya, sedangkan di rumah, Anda memiliki sebotol wiski dan sepanjang hari Anda berkeliaran untuk minum-minum. Atau suatu hari Anda sedang duduk bersama teman-teman Anda dan nampak demikian menyenangkan, dan Anda berbicara dengan gembira sambil minum-minum. Hal itu dapat memberikan kesan yang sangat kuat kepada anak-anak, “Oh, wiski membuat Anda gembira.”
Atau saat ada kesempatan romantis, Anda duduk bersama dan minum wiski atau minum minuman beralkohol; lalu anak-anak itu berkata, “Bila saya ingin menjadi romantis, maka saya harus melakukan hal yang sama seperti ayah dan ibu.” Lalu anak Anda mungkin akan mengundang pacar perempuannya untuk datang, berbincang-bincang, atau minum alkohol bersama supaya sesuai dengan gambaran romantis yang Anda lihat di film atau di rumah Anda.
Masyarakat mengajarkan sampah ini, akan tetapi mereka sebaliknya berharap supaya anak-anak menjadi patuh, manis, cerdas, lurus, dan menjadi warga negara yang baik. Bagaimana mungkin anak-anak dapat menjadi warga negara yang baik jika mereka terus melihat teladan buruk yang ditunjukkan oleh orang dewasa kepada mereka?
Maka dari itu, kita harus mengangkat suara. Dan suara-suara Anda sungguh dapat membuat perbedaan. Anda hanya harus mengatakannya. Orang-orang dapat memperhatikan atau mengabaikannya, akan tetapi setidaknya Anda telah mengatakannya. Itulah cara yang seharusnya ditempuh. Jika tidak dituliskan pada labelnya, sedikitnya dapat ditempel di rumah makan, “Minuman keras dapat membunuh.” Mengapa hanya menempelkan peringatan pada rokok saja? Rokok bahkan membunuh lebih sedikit daripada minuman keras. Alkohol memiliki pengaruh yang lebih cepat. Misalkan ada seseorang yang mabuk, kemudian pergi. Jika ada orang lain yang mengganggunya, maka mereka mungkin akan mulai berkelahi, saling bunuh dan melukai satu sama lainnya. Bahkan lebih cepat. Maka, mengapa tidak menempelkan peringatan pada botol minuman keras? Saya tidak memahami hal ini.
Selain itu, alkohol dapat merusak otak Anda. Semua orang mengetahui hal ini. Otak kita tidak dapat tumbuh kembali. Bila Anda minum sedikit alkohol dan Anda tidak meminumnya lagi selama suatu jangka waktu, maka otak yang rusak dapat mempunyai waktu untuk tumbuh kembali, akan tetapi tidak akan bertumbuh kembali selamanya. Bila Anda terus membunuhnya, maka tidak akan tumbuh lagi. Dan bila Anda minum minuman keras yang beralkohol tinggi, maka otak Anda akan rusak selamanya. Bagian saraf atau apa pun yang rusak tidak akan tumbuh kembali. Banyak orang yang mengetahui hal ini, entah itu dari TV atau surat kabar. Anda tidak dapat mengatakan bahwa Anda tidak mengetahuinya. Jadi, mengapa tidak menempelkan label peringatan pada botol minuman keras.
Kemudian, Anda juga harus menempelkannya di toko-toko daging, pada segala hal yang membunuh. Setiap potong daging harus dipasang tulisan, “Anda hidup dari bangkai,” atau “Sebagian makhluk dibunuh dengan kejam untuk hidangan Anda hari ini.” Maka, setidaknya orang yang membeli dapat mengetahuinya dan memiliki pilihan. Mereka juga harus menempelkan gambar sapi yang mati atau dibunuh secara kasar pada seluruh dinding toko tukang daging. Maka, setidaknya para konsumen mengetahui apa yang mereka beli. Bukan pekerjaan yang jujur jika menjual sesuatu dan kemudian menutup mata orang yang membelinya. Itu seperti menipu, tidak jujur.
S: Kadang kala sepotong daging tidak sungguh-sungguh nampak seperti daging; mereka membuatnya seperti ham atau sosis dan anak-anak hanya makan sosisnya tetapi mereka tidak tahu darimana asalnya.
G: Ya, mereka tidak tahu. Saya mengenal seseorang yang memiliki keponakan laki-laki yang berusia empat tahun yang tidak menyukai daging sama sekali. Dia hanya menyukai makanan yang tanpa daging, akan tetapi orang tuanya terus memaksa dirinya untuk makan daging. Kadang kala dia bahkan jatuh sakit sehingga saya berkata kepada teman itu, “Anda harus meyakinkan orang tuanya agar memberi pilihan kepadanya.” Saya tidak mengetahui apa yang telah terjadi setelah itu, akan tetapi saya telah mengusahakan yang terbaik.
Meningkatkan kesadaran masyarakat umum dapat menciptakan surga di bumi

Anda tidak dapat mengatakan kepada semua orang di dunia, akan tetapi katakanlah kepada siapa pun yang Anda dapat. Lakukanlah yang terbaik. Bila kita semua berusaha bersama-sama, maka nanti akan berbuah. Udarakan di televisi, radio, selebaran, brosur, dan di mana pun: “Jadilah vegetarian. Setidaknya hari ini, untuk menyelamatkan satu kehidupan yang tidak bersalah.” Dan cetak brosur dengan sapi yang digantung di langit-langit dengan satu kaki. Cetaklah itu, biarkan mereka mengetahui bagaimana sapi-sapi dibunuh.
S: Guru, Masyarakat Vegetarian di Inggris melakukan cukup banyak upaya dalam hal itu. Mereka memiliki program-program khusus untuk sekolah dan membagikan kaus oblong bergambar.
G: Ya, saya tahu. Cetak saja gambar sapi yang digantung di langit-langit dan tukang jagal dengan pisaunya. Cara ini akan lebih efektif daripada seribu kata. Saya harap itu akan sungguh-sungguh menyentuh hati seseorang. Bila Anda tidak dapat menyelamatkan mereka secara rohani karena manusia tidak ingin mendengar, paling tidak kita harus menyelamatkan sebagian hewan yang malang.
Apa lagi yang harus kita lakukan untuk membersihkan planet ini? Tempelkan banyak peringatan di berbagai sekolah. Tempelkan tulisan-tulisan di mana pun yang mengatakan berbagai hal seperti “Narkoba membunuh,” “Narkoba menyebabkan kecerdasan Anda berkurang,” “Narkoba menyebabkan Anda kecanduan dan tergantung,” “Narkoba menghabiskan uang dan merusak fungsi seksual Anda.” Itu sungguh! Maka, mengapa kita tidak menyampaikan semua hal ini? Sungguh benar. Narkoba menyebabkan Anda tergantung, lemah, pucat, berbau, nampak buruk, tua, dan sakit. Mengapa mereka tidak menuliskan semua hal itu di sekolah-sekolah? Jangan hanya berkata, “Narkoba dilarang.” Kita harus menjelaskan semua ini juga karena tidak setiap anak dapat membaca tentang ini semua; mereka terlalu sibuk belajar di sekolah. Dan bila gurunya tidak mengatakan apa pun, atau hanya mengatakannya sekali atau dua kali, maka itu tidaklah cukup.
Anda harus memasang slogan semacam itu di mana pun: tentang narkoba, tentang alkohol, dan tentang daging; tuliskan, “Satu makhluk hidup telah dibunuh demi makan malam Anda hari ini.” Tempelkan pada sepotong daging sapi atau babi dan perhatikan berapa banyak orang yang masih ingin membelinya. Biarkan mereka berpikir. Karena membunuh seseorang disebut pembunuhan, maka membunuh seekor hewan juga termasuk pembunuhan. Bila hewan-hewan hanya berkeliaran dan tidak mencelakakan Anda, akan tetapi Anda pergi menangkap serta membunuhnya, maka itu merupakan pembunuhan yang disengaja. Apa lagi sebutannya? Maka, kita harus mengatakan, “Satu nyawa telah dibunuh demi potongan daging yang ada dalam hidangan Anda.” Kemudian perhatikan apa yang mereka pikirkan tentang hal itu.
Di masa mendatang, dunia akan semakin bersih bila semakin banyak pemerintah yang sungguh-sungguh melakukan tugasnya, bila mereka memiliki moral lebih baik dan lebih kuat daripada sekadar mencemaskan aspek ekonomi saja. Karena ini merupakan suatu perhitungan yang bodoh bila Anda mengumpulkan pajak tetapi Anda kemudian harus membayarnya lagi untuk orang-orang sakit. Dan Anda menimbulkan penderitaan. Sekalipun Anda memberi mereka banyak obat dan merawat mereka dengan peralatan yang terbaik, akan tetapi mereka tidak dapat sembuh. Maka dari itu, jangan menjual rokok atau tempelkan sesuatu pada rokok dan minuman keras sehingga lebih sedikit orang yang menjadi sakit. Maka, kita tidak harus membayar rekening pengobatan mereka, yang biayanya bahkan lebih besar daripada pajak yang ditarik. Rugi, bukan? Maka, pemerintah yang cerdas harus menghitung dan kemudian mereka akan mengetahui usaha terbaik apa yang masuk akal. Selain itu, memperingatkan masyarakat dan melindungi rakyat adalah tugas dari pemerintah yang sesungguhnya. Tugas merekalah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat.
Ada demikian banyak hal baik untuk diikuti: dalam teladan saya, langkah saya, dan ajaran saya. Dan saya bahkan tidak melarang Anda apa pun. Anda boleh mengenakan perhiasan yang indah, yang bahkan saya rancang untuk Anda. Anda dapat mengenakan pakaian yang indah saat kita mengadakan pesta. Kita tidak selalu membutuhkan itu, akan tetapi kita dapat melakukannya bila kita mau. Bila tidak harus, maka tidak perlu. Kita merasa nyaman sebagaimana diri kita. Kita cantik lahir dan batin. Maka, kita tidak perlu mengenakan pakaian tertentu agar kita tampak baik; akan tetapi jika Anda menginginkannya, maka saya tidak melarangnya. Saya tidak ingin membuat Anda menjadi pertapa, saya hanya ingin Anda berpola makan vegetarian karena alasan cinta kasih. Semakin cantik batin Anda, bagaimanapun, semakin cantik penampilan Anda. Cita rasa Anda dalam berpakaian dan segalanya akan semakin baik setiap hari.
Pada zaman dahulu, sebagai contoh di Cina, raja adalah seorang Guru rohani, seperti Raja Yao dan Raja Shun. Mereka adalah Guru, dan mereka mengurus rakyatnya seolah-oleh anaknya sendiri. Orang-orang pada saat itu tidak perlu mengunci pintu mereka dan tidak membayar berbagai pajak kepada raja. Mereka tidak perlu melakukan apa pun bagi raja, dan itulah yang seharusnya.
Jadi, pemerintah bahkan harus memberi kita penghargaan: “Anda melakukan hal yang baik. Anda membantu kami.” Kita bahkan melakukannya dengan cuma-cuma; mereka tidak harus membayar kita! Karena pemerintah harus membayar polisi atau tentara untuk menekan kejahatan dan melindungi rakyatnya. Akan tetapi, kita melakukannya tanpa dibayar, tanpa bentrok dengan polisi, tanpa mencelakai siapa pun, tanpa memiliki senjata apa pun untuk mencelakai siapa pun. Maka bagaimana kita dapat menjadi jahat? Bagaimana mungkin pemerintah tidak mengetahui hal ini? Banyak hal di dunia ini yang masih terbelakang, tetapi tentunya Tuhan tidak menaruh sakit hati terhadap siapa pun; Dia masih terus membantu semua orang untuk meningkat, maju, dan naik.
Bila tidak, bayangkan bila semua orang melakukan apa yang kita lakukan. Sekalipun mereka tidak berpola makan nabati, mungkin hanya tanpa minuman keras, tanpa narkoba, dan tanpa rokok; maka kita akan lebih bersih, lebih sehat, dan dapat menghemat banyak uang. Dengan begitu semua orang akan lebih bahagia; mereka dapat memiliki rumah yang bagus, mobil yang bagus, kesehatan yang bagus, dan keluarga yang bahagia; dan hal ini dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anak di sekolah. Bila kita menjauhi minuman keras, daging, dan rokok, maka keadaan keluarga sudah jauh lebih baik, dan sekolah akan menjadi tempat yang lebih baik juga.
Maka dari itu, hidup yang bersih mempunyai pengaruh yang sungguh besar, sungguh memengaruhi segala hal; bukan hanya satu orang atau satu keluarga, akan tetapi memengaruhi seluruh masyarakat. Itulah sebabnya, saya kira, dunia kita harus melakukan hal ini. Bila banyak orang mengikuti teladan kita, maka mereka pun tidak perlu belajar meditasi dengan saya atau semua menjadi orang suci. Saya tidak perlu mengajar mereka, dan mereka tidak perlu datang menemui saya. Semua yang harus mereka lakukan adalah menjalani hidup yang bersih. Mereka dapat berdoa kepada Tuhan atau berdoa kepada siapa pun yang mereka inginkan, akan tetapi kebaikan dan gaya hidup mereka yang baik akan memengaruhi seluruh dunia, dan seluruh dunia akan menjadi surga tanpa memerlukan saya.
Mengapa dunia tidak melihat ini? Mengapa banyak pemimpin bangsa yang tidak menekankan hidup bersih semacam ini, hidup seperti Surga yang penuh kedamaian ini, kebahagiaan bagi semua orang ini? Bila mereka sungguh ingin mengurus keluarga mereka, maka itulah caranya. Setidaknya kita menjadi suatu teladan, karena itulah gunanya Anda memiliki kekuasaan. Anda dapat mengubah dunia, atau bila Anda adalah pemimpin suatu bangsa, Anda sedikitnya dapat mengubah bangsa Anda.
Lakukan saja setahap demi setahap dan ini akan menjadi mudah. Sementara itu, kita dapat berharap akan tercipta suatu masyarakat yang bersih dan berharap supaya pemerintah di dunia akan melakukannya. Ini sudah dimulai.
Karena saya pikir akar masalahnya ada pada minuman keras, rokok, dan narkoba. Dari sana segalanya menjadi buruk. Sekali Anda kehilangan pikiran Anda, maka Anda mungkin melakukan apa saja. Ada kisah dari zaman Buddha di mana ada seseorang berkata kepada seorang pria, “Baik, Anda harus menjaga semua Pantangan: Pantang membunuh. Pantang mencuri. Pantang berzina. Pantang berbohong. Dan Pantang mengonsumsi minuman keras serta narkoba.” Dan laki-laki tersebut berkata, “Saya dapat menjaga empat pantangan yang pertama, tetapi saya tidak dapat mengikuti ‘Pantang mengonsumsi minuman keras dan narkoba.’ ” Dan kemudian dia minum, membunuh, kemudian berbohong, dan segala macam hal terjadi karena dia minum dan menjadi mabuk. Saat dia mabuk, siapa pun yang berada di jalannya, dia bunuh. Bila mereka berusaha menghentikannya, dia akan bunuh karena dia telah kehilangan kendali diri; dia tidak menyadari apa yang sedang dia lakukan.
Maka, saya hanya berharap bahwa di masa mendatang seluruh pemerintah akan melakukannya. Pertama, tulis peringatan tentang alkohol dan kirimkanlah ke setiap toko minuman keras. Kemudian, tulis peringatan tentang daging dan ikan yang mengatakan, “Sebagian makhluk hidup baru saja dibunuh bagi Anda” setidaknya menyampaikan Kebenaran kepada mereka, menyampaikan kepada banyak orang agar mereka memiliki pilihan, karena orang-orang mungkin tidak mengetahuinya. Mereka mengetahui bahwa mereka mengonsumsi daging, tetapi mereka telah mengonsumsinya setiap hari sehingga mereka pun tidak memikirkannya. Kebanyakan orang tidak diajarkan dan karenanya mereka hanya diiklankan tentang ’kebaikan’ dari daging, minuman beralkohol tinggi dan lain-lainnya. Semua itu bohong. Jadi, jika Anda memberi pengertian kepada mereka, maka mereka dapat memikirkannya. Anda tidak harus memaksa dan mengatakan, “Anda harus berpola makan nabati.” Hanya memberi orang pengetahuan tentang mengapa mereka harus berpola makan nabati--“Ada pilihan yang lain. Anda tidak harus membunuh agar tetap hidup.” Maka, orang tersebut dapat memilih karena mereka mengetahui ada pilihan yang bijak, tetapi mereka harus memiliki pengetahuan untuk memilihnya.
Hormati Semua Makhluk Hidup

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Biro Jurnalistik, Panama, 29 November 1989 (Asal dalam bahasa Inggris)
Seharusnya kita menghormati semua makhluk hidup yang diciptakan Tuhan. Kita dapat melihat sendiri bahwa semua makhluk hidup takut terhadap penderitaan dan kematian. Jika kita membunuh atau melihat hewan yang dibunuh, maka kita akan melihat bahwa mereka mengalami penderitaan dan berusaha untuk melarikan diri. Hal ini berarti bahwa Tuhan memberikan mereka naluri untuk hidup. Jadi, jika kita ikut campur dengan mengambil hidup mereka, maka kita juga mencampuri kehendak-Nya. Karena itu, kita seharusnya berlaku sama seperti kita mau diperlakukan. Dengan demikian, hidup kita akan diberkati dengan karunia, umur panjang, dan kebijaksanaan.

Hormati Nyawa Hewan
Sama Seperti Nyawa Kita Sendiri
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Center Duisburg, Düsseldorf, Jerman, 31 Desember 2006 (Asal dalam bahasa Inggris)
Biarlah perdamaian terjadi tahun ini, Tahun Babi. Babi adalah makhluk yang sangat damai. Mereka hanya makan dan tidur, tidur dan makan. Siapa yang bisa lebih damai daripadanya? Seekor babi bahkan tidak mempunyai paruh untuk mematuk siapapun. Bila ia harus menggali sesuatu, ia menggunakan hidungnya. Ia seharusnya disebut hewan yang berhidung hebat! Ia dapat menggali tanah, batu-batuan, dan apapun dengan hidung lembutnya. Mungkin juga tidak benar-benar selembut itu. Apakah Anda pernah menyentuhnya? (M: Ya, hidungnya benar-benar keras). Keras? (M: Ya). Tetapi tampaknya tidak keras, tampak seperti jaringan daging yang berwarna merah muda. Babi yang berwarna putih atau berwarna muda hidungnya merah muda: hidungnya tampak begitu lembut. Babi yang hitam hidungnya juga hitam. Ia begitu aneh. Tidak, tidak demikian. Beberapa babi hitam punya hidung yang putih, atau setengah putih, setengah merah muda, setengah hitam. Babi itu lucu, mereka mengatakan bahwa babi itu sangat cerdas, bahkan lebih cerdas daripada anjing. Dapatkah Anda bayangkan membunuh makhluk yang begitu cantik, begitu damai dan cerdas untuk dimakan? Standar moral manusia kadang tidak benar-benar baik. Tidak mulia, maksud saya, ditentukan menurut ukuran Anda sendiri.
Baiklah, manusia terus melakukannya; mereka saling perang dengan yang lainnya, bahkan melakukan perang dengan yang mereka yang pertahanannya kurang kuat atau dengan makhluk yang lebih lemah. Tetapi bila Anda bisa mendengar hewan bicara, Anda tidak akan berani melakukannya karena mereka adalah makhluk hidup. Mereka saling berkomunikasi, dan mereka juga mempunyai perasaan. Mereka sama seperti kita, hanya saja mereka berada dalam bentuk yang berbeda, itu saja. Mereka di sini untuk mewarnai dunia, seperti halnya kita mempunyai berbagai jenis bunga. Dapatkah Anda bayangkan jika bunga-bunga yang lebih besar dan berwarna lain atau berbentuk lain menatap bunga yang kecil kemudian berkata, “Oh, kamu tidak berguna; saya akan memakanmu!” Bukankah itu lucu, bodoh, dan tak bisa dibayangkan! Sama saja, kita ini manusia, kita tampak lebih besar daripada sebagian hewan, tetapi tidak berarti kita boleh memakannya. Bagaimana dengan gajah? Mereka lebih besar daripada kita. Seandainya mereka datang dan memakan kita, apakah kita suka dengan hal itu? Baik, dalam benak gajah, mereka lebih besar, betul? Dan mereka berbeda dengan kita. Kita tampak berbeda bagi mereka, kita terlihat aneh di mata gajah. Jika Anda menanyakan seekor gajah apakah ia mau menikah dengan salah satu di antara kita, ia akan menjawab, “Tidak!” Ia akan mengatakan, “Kamu tampak aneh, hidung kamu sangat aneh!” Apakah Anda mengerti? (Hadirin: Ya). Lalu tidak berarti gajah-gajah itu kemudian datang memakan kita. Kita tidak menarik di mata mereka. Bahasa yang kita gunakan tidak dimengerti oleh mereka. Kita ini kecil, kita tidak bisa membantu mereka, mereka hidup dengan nyaman bahkan tanpa kita sama sekali. Di hutan, di manapun mereka tinggal, mereka tidak membutuhkan kita. Tapi betapa pun laparnya seekor gajah, ia tidak akan merugikan kita karena ia mempunyai kasih dalam dirinya; ia mempunyai pengertian tentang yang benar dan yang salah.
Hewan Hidup dengan Harmonis dan Senantiasa Menolong Kita
Ketika seekor gajah meninggal, seluruh kawanan gajah akan berdiri di sana untuk waktu yang lama dan berkabung baginya. Dan ketika seekor anak gajah dalam bahaya, atau ketika hewan lain hendak menyerangnya, maka seluruh kawanan gajah akan mengelilinginya dan membuat benteng yang kuat untuk melawan musuh dan melindungi anak gajah itu. Seandainya Anda menyaksikan film-film Afrika, orang yang membuat film ini tahu parsis bahwa gajah itu cerdas. Dan bila Anda mempunyai kekuatan batin, Anda bisa berbicara dengan mereka dan Anda akan tahu bahwa mereka adalah mahluk yang mempunyai kecerdasan, kasih, dan resolusi seperti kita! Jadi bagaimana kita bisa sampai memakan makhluk lain dan menyebut kita sendiri sebagai manusia pengasih? Kita tidak mempunyai kasih seandainya kita melakukan itu atau paling tidak kita tidak tahu apa arti kasih sesungguhnya.
Pada saat ini ada banyak informasi mengenai bagaimana hewan dibantai. Kekejaman itu seharusnya membuat setiap orang di planet bumi ini meneteskan air mata, menghancurkan hatinya, dan bersumpah untuk selamanya tidak akan pernah merugikan hewan apapun di planet ini serta tidak akan pernah lagi menyentuh daging. Seandainya mereka semua menyaksikannya, maka mereka akan sadar bahwa mereka tidak boleh memperlakukan mahluk lainnya dengan cara demikian. Kita menyebut hewan sabagai makhluk biadab. Kita memandang rendah hewan-hewan, tapi banyak di antara mereka yang tidak memakan kita. Mereka tidak merugikan kita, mereka hidup harmonis dengan kita dan bahkan banyak yang menolong kita. Contohnya, apabila Anda di laut dalam keadaan bahaya, ikan lumba-lumba dan paus akan membantu Anda dan membawa Anda sampai ke tempat yang aman. Dan bahkan seekor anjing akan menolong orang asing jika mereka melihatnya. Jadi bagaimana kita bisa mengatakan bahwa hewan tidak mempunyai kecerdasan? Ada banyak orang di luar yang tidak berani mempertaruhkan nyawanya untuk menolong sesamanya. Lihat anjing, walaupun mereka tidak terlatih, akan tetapi mereka akan malakukannya bahkan untuk orang asing pun.
Baru-baru ini ada seekor anjing yang menolong seorang anak laki-laki yang sedang tenggelam, anak itu merupakan orang asing baginya. Anjing tersebut tidak pernah dilatih untuk melakukan pertolongan sejenis itu, tetapi ketika anak itu tenggelam dan berteriak minta tolong, maka anjing itu langsung melompat ke dalam air dan membiarkan anak itu menangkap dan memegangnya, dan kemudian berenang menuju tepi laut. Siapa yang mengajarkannya? Dan kalau pun ia diajarkan, ia lebih kecil daripada manusia; bagaimana ia mau mempertaruhkan nyawanya seperti itu? Ini hanyalah salah satu contoh.
Ada seekor anjing lain yang bernama Shana. Ia menarik dua orang yang sudah berusia tua pulang ke rumahnya bersama dia. Yang satu ia tarik di atas punggungnya, dan suaminya memegang kaki istrinya. Ia menarik kedua orang itu melewati sebuah terowongan menuju rumah, melalui pohon-pohon dan salju. Saya menghadiahkannya sebuah jas pahlawan! saya khusus merancangnya untuk Shana – Jas Pahlawan Shana (Tepuk tangan). Dan seekor anjing lain bernama Zion – ia juga mendapatkan sebuah jas dengan namanya ditulis di sana. Itu adalah istimewa, karena saya ingin menghormatinya. Saya ingin seluruh dunia mengetahui bahwa hewan adalah makhluk yang benar-benar mempunyai hati, darah, otak, kecerdasan, dan cinta kasih. Beberapa di antaranya bahkan lebih daripada kita! Saya ingin seluruh dunia mengetahui bahwa para hewan juga patut dihormati, atau paling tidak untuk dijadikan teman, bukan untuk dibunuh atau diusik (Untuk cerita mengenai kedua anjing ini silakan merujuk ke News No. 181)
Kebaikan yang Ditunjukkan Hewan Dapat Dijadikan Inspirasi bagi Hidup Kita
Kita harus menjadi lebih mulia, lebih berbelas kasih, lebih mencintai, dan lebih melindungi mereka yang lemah. Kita ini besar dan kuat. Bagaimana kita bisa mengusik seekor anjing kecil atau memakan seekor babi kecil atau seekor ayam kecil, mencabut nyawanya padahal ia tidak melakukan apapun yang merugikan kita? Bahkan hewan-hewan yang lebih besar daripada kita pun tidak memakan kita karena ukurannya. Sapi bahkan tidak permah menyerang manusia. Mereka begitu lembut. Saya rasa inilah waktunya bagi seluruh dunia untuk menyadari hal ini dan menjadi manusia-manusia yang mulia sebagaimana seharusnya kita. Bagaimana kita dapat mengusik dan menganiaya makhluk-makhluk yang begitu tak berdaya dan lembut seperti itu? Ayam begitu penuh kasih seperti burung yang Anda beli dari toko hewan. Ia sungguh penuh dengan kasih dan ia memberi respon terhadap Anda.
Suatu ketika saya pernah mempunyai seekor ayam dan seekor kelinci, dan kelinci itu begitu mencintai ayam itu, ia meniru setiap gerak gerik ayam itu. Sebelumnya mereka tidak saling kenal, tapi sekali sang kelinci mengenal ayam itu, ia mulai jatuh cinta kepadanya dan selalu ingin bersamanya. Kelinci tidak bisa melompat tinggi; ia tidak bisa memanjat ke atas meja. Jadi ketika ia melihat ayam melakukannnya dan ia terlalu rendah, ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tapi karena saya punya semacam podium, sebuah kursi kecil dan sebuah meja rendah, ia pertama melompat ke kursi kecil, dan kemudian dari kursi kecil ke kursi yang lebih tinggi agar ia dapat mendekati ayam itu. Ia begitu pandai!
Dan karena murid-murid China suka dengan mie instant, mereka pikir ayam juga akan menyukainya. Lalu pada suatu hari mereka memberikan ayam itu mie instant yang kering, dan ayam itu memakannya. Kelinci itu memandang dan memandang, “Kalau kamu memakannya, saya pun mau!” Saya tidak tahu apakah kelinci itu pernah makan mie instant seumur hidupnya! Kelinci itu sudah tua. Ia bukannya baru dilahirkan kemarin. Lalu ia ke sana dan ikut memakan mie instant. Apapun yang dimakan oleh ayam, ia akan ikut memakannya. Ketika ia bersama saya, tentu saja saya berikan wortel, sayuran dan lainnya, dan iapun memakan semuanya. Tapi ketika ia makan bersama ayam, ia akan memakan apapun yang dimakan oleh ayam! Ia akan memakannya tanpa peduli apakah itu! Ia tidak melihat labelnya, ia hanya makan. Dan ia begitu menyayangi ayam itu, ia berlari mengitarinya sepanjang waktu, mengusap-ngusap sayapnya dan berusaha menciumnya. Tetapi ayam itu tidak ingin apapun. Jadi ia selalu lompat ke tempat yang lebih tinggi dan memandang rendah ke arah kelinci. Tetapi kelinci itu terus mengikutinya. Mereka begitu penuh kasih. tak seorang pun yang mengajarkan kelinci untuk seperti itu, untuk mengejar ayam; tak seorang pun yang mengajarkannya sesuatu.
Dan ada seekor kambing yang mencium ayam saya. Ini adalah kisah nyata. Kami tidak melakukan sentuhan apapun atau mempengaruhinya secara khusus, tidak demikian. Kambing itu datang dan langsung mencintai ayam tersebut. Dan ayam itu membiarkannya, tapi itu bukan karena mereka pernah berteman atau semacamnya. Saya baru saja memiliki ayam itu, tetapi kambing dari peternakan yang tidak jauh dari situ tiba-tiba datang dan mencium ayam itu. Dan ayam itu mau makan pisang atau apapun yang saya berikan kepadanya.
Kita Dapat Menikmati Semua yang Ada di Planet Bumi Tanpa Merugikan Mahluk Hidup
Saya harap saya bisa membuat seluruh dunia mengerti bahwa hewan itu sama seperti kita. Mereka sungguh seperti kita! Persis seperti bunga yang berlainan di sini (Guru mengangkat sebuah rangkaian bunga dari meja). Di dunia ini ada beraneka macam benda, dan semuanya semata-mata hanya untuk membuat dunia menjadi berwarna-warni. Seperti halnya di kebun, sebagai contoh, kita mempuyai bermacam-macam bunga – semua bentuknya berlainan – semata-mata untuk membuat dunia menjadi indah dan penuh dengan warna. Andaikan kita hanya mempunyai satu jenis bunga saja, ia tidak akan menjadi seindah itu, Anda tidak bisa membuat sebuah karangan bunga dengannya. Tapi lihatlah ini, bukankah ia sangat indah, kita dapat menghiasnya dengan lebih banyak warna cerah. Mereka memperindah kebun dunia untuk kita nikmati. Demikian juga, Tuhan menciptakan rumpun yang berlainan agar kita dapat hidup berdampingan dan penuh dengan warna.
Saya berharap agar saya dapat membuat semua manusia di dunia mengerti perasaan dan bahasa hewan. Saya berharap agar saya dapat melakukannya, agar tidak ada lagi yang merugikan hewan kecil apa pun dan tidak ada yang bermimpi lagi untuk makan daging mereka yang tidak berdosa. Saya berharap agar saya dapat melakukannya. Saya berharap agar seluruh dunia bisa mengerti bahwa kita harus mencintai dan menghormati hewan dan menikmatinya seperti halnya kita menikmati kebun yang berwarna-warni dengan bunga yang berlainan, pohon yang berlainan, dan buah yang berlainan. Kita harus menikmati semua yang ada di planet ini, setidaknya kita jangan sampai merugikan mahluk hidup lain, karena mereka juga mempunyai perasaan. Mereka bergerak dan mereka berkomunikasi melalui mata dengan cara mereka sendiri. Jadi bagaimana Anda bisa mendatangi mahluk hidup dan memenggal kepalanya, menggorok lehernya seperti itu dan kemudian menghentikan nafasnya?
Jika kita ingin mengejar planet lain dalam sistem tata surya dan alam semesta, maka kita harus mengubah jalan hidup kita. Kita harus hidup dan membiarkan hidup. Kita harus mengasihi semua mahluk dengan seimbang atau paling tidak membiarkan mereka sendiri. Mereka tidak meminta apapun juga dari Anda; ikan-ikan di laut bahkan tidak mendatangi Anda! Tetapi mengapa Anda pergi ke sana, memaksanya keluar dan memakan atau membunuhnya? Mereka megap-megap mencari nafas ketika sekarat seperti itu. Itu sangat mengerikan!
Kita mempunyai kecerdasan, kebajikan dan alat yang Tuhan berikan kepada kita untuk bertahan hidup. Kita tidak perlu membunuh untuk hidup. Kita menghabiskan begitu banyak sumber alam hanya untuk membunuh, tidak hanya pada saat perang, tetapi pada saat memelihara hewan untuk dibunuh. Kita menelantarkan sumber alam. Itulah sebabnya kita mengalami kelaparan di mana-mana. Dan semua orang yang masih makan daging bertanggung jawab bagi kelaparan di dunia. Itu bukan saya yang mengatakannya. Adalah para peneliti yang merupakan manusia paling pandai yang melakukan penelitian dan memiliki fakta serta bukti ilmiah yang mengatakannya. Selama kita tidak bisa menghentikan kebiasaan makan daging, kita masih merusak bumi dan akibatnya merusak diri sendiri maupun anak cucu kita di kemudian hari. Kita semua harus berubah menjadi vegetarian, lebih cepat lebih baik. (Tepuk tangan)
DietVegetarian Dapat Membantu Ketentraman Dunia

“Daging adalah penyebab dari semua perang dan penderitaan di dunia ini. Hanya dengan berhenti makan makanan berdaging, telah cukup untuk menyelamatkan dunia ini dan juga kesehatan Anda sendiri serta kesehatan negara Anda. Menghindari makan daging berarti memberi sumbangan terhadap kedamaian di planet ini.”
~ Maha Guru Ching Hai

Dalam tahun-tahun belakangan ini, meningkatnya kesadaran akan cinta kasih terhadap hewan, kepedulian terhadap penyakit yang berhubungan dengan daging seperti “sapi gila” dan penyakit jantung, dan berkembangnya produk vegetarian di pasaran dewasa ini, telah menginspirasi orang-orang di seluruh dunia untuk mengurangi atau sama sekali berhenti mengkonsumsi daging. Karena itu, di banyak negara seperti Amerika Serikat, industri makanan vegetarian sedang berkembang pesat. Karena pasaran untuk produk vegetarian melonjak, barang-barang seperti susu kedelai dan burger vegetarian semakin banyak terlihat di toko-toko terkemuka dan restoran cepat saji. Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini oleh Mintel International Group (sebuah perusahaan penelitian di Inggris) menemukan bahwa dari tahun 1998 – 2003, penjualan eceran makanan vegetarian dan produk alternatif susu berkembang 113 % menjadi 1,6 miliar dolar AS. Data Statistik ini sudah cukup bercerita, karena seperti yang dikatakan oleh Maha Guru Ching Hai, Amerika sejak dulu telah menjadi pemimpin dunia dalam konsumsi daging per kapita: “Amerika memiliki tingkat penderita kanker yang paling tinggi di dunia karena orang-orang Amerika sangat banyak makan daging sapi. Mereka makan lebih banyak daging dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Tanyakanlah pada diri Anda mengapa orang Cina atau negara-negara komunis tidak memiliki tingkat penderita kanker sedemikian tinggi. Mereka tidak makan daging sebanyak yang dimakan oleh orang-orang Amerika. Itulah yang disimpulkan oleh penelitian tersebut.”

Cinta Kasih Merupakan Sebuah Faktor dalam Menghindari Daging

Sehubungan dengan motivasi perorangan dalam peningkatan penjualan makanan vegetarian, Debra Wasserman dari Vegetarian Resource Group dari Amerika, berkata, ”Toko swalayan berpikir bahwa orang-orang membeli makanan vegetarian untuk alasan kesehatan, tetapi bagian terbesar dari calon pembeli – penggerak vegetarian - adalah mereka yang mendukung hak asasi hewan.” Karena itu, di samping kesehatan, cinta kasih terhadap makhluk hidup merupakan pendorong utama dalam perkembangan banyaknya konsumsi makanan vegetarian. Wasserman juga menyatakan bahwa gerakan hak asasi hewan muncul di awal tahun 1980–an, sehingga makanan vegetarian dan vegan (sama sekali bebas daging dan produk susu) yang menekankan cinta kasih terhadap hewan, memiliki daya daya tarik khusus bagi anak muda. Yang lebih mengejutkan adalah bahwa produsen makanan utama sangat mengerti akan kecenderungan ini: “Banyak hasil produk vegetarian dan vegan ini di produksi oleh perusahaan produsen ayam atau semacamnya. Mereka mengerti akan gerakan ini dan tahu bahwa anak muda adalah masa depan.”
Seperti yang telah disinggung di atas, di samping kesejahteraan hewan, kepedulian akan kesehatan juga merupakan faktor utama yang mempengaruhi berkembangnya konsumsi makanan vegetarian. Sekalipun motivasi seorang konsumen adalah untuk kesehatan yang baik, pilihan mereka akan makanan bebas-daging tetaplah memberi manfaat terhadap hewan. Seperti yang ditegaskan oleh Bruce Friedrich, wakil dari kelompok People for the Ethical Treatment of Animals, tidak ada kerugian jika motivasinya utamanya berupa kesehatan daripada masalah hak asasi hewan, karena menghindari makan daging akan memberi manfaat bagi hewan, apapun alasannya: ”Dari sudut pandang kami, jika orang-orang dipengaruhi oleh kesehatan sehingga mengurangi konsumsi ikan dan daging, itu akan menolong hewan. Jika dua orang mengurangi setengah dari konsumsi daging mereka, itu telah membantu, seperti halnya satu orang telah menjadi vegetarian penuh."
Kepedulian akan Kesehatan sebagai Pendorong
Sampai pertengahan 1990-an, perubahan menuju konsumsi makanan vegetarian berjalan lambat, tetapi dengan meningkatnya bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pola makan berkadar lemak tinggi sebagai penyebab utama penyakit jantung koroner, banyak orang mulai mengevaluasi kembali kebiasaan makan mereka. Di samping masalah yang berhubungan dengan jantung, kecemasan tentang “penyakit sapi gila” yang menyerang tubuh manusia (bovine spongiform encephalopathy) dari sapi yang tercemar, juga telah meningkat dalam tahun-tahun belakangan ini. Semua ini telah menyebabkan penurunan konsumsi daging merah. Beberapa konsumen mengganti daging merah dengan daging ayam, babi atau ikan, sementara yang lain menggantinya dengan protein sayuran (kedelai), gluten dan produk-produk sejenisnya. Peralihan ke semi-vegetarian ini (disebut ‘fleksitarian’ oleh media) telah menjadi motor penggerak utama pasar makanan vegetarian. Seperti pada vegetarian murni, sejumlah besar fleksitarian dimotivasi oleh perkembangan data medis yang menunjukkan manfaat kesehatan yang diperoleh dengan mengkonsumsi produk-produk vegetarian. Karena itu, seperti yang dikatakan oleh Suzane Hobb, profesor ahli gizi pada University of North Carolina, bahwa pertumbuhan konsumsi makanan vegetarian disebabkan oleh meningkatnya pemahaman penduduk akan hubungan pola makan dengan penyakit: “Apakah kalian membuat sebuah komitmen untuk makan makanan vegetarian secara ketat atau tidak, mengurangi ketergantungan pada daging adalah sesuatu yang diketahui oleh banyak orang sebagai sesuatu yang harus mereka lakukan."
Perkembangan Masa Depan yang Tidak Dapat Dihindari
Banyak produk makanan vegetarian yang populer dewasa ini berorientasi pada semboyan makanan sehat dan alami. Masuknya produsen-produsen besar makanan tradisional seperti Kraft, ConAgra, General Mills, Dean Food dan Kellogg’s ke dalam pasar, telah membuat peningkatan yang berarti dalam penjualan eceran pasar swalayan besar, berkat kapasitas yang besar dari perusahaan-perusahaan ini untuk pengembangan, distribusi dan pemasaran.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang bergabung, masa depan terlihat cerah bagi pertumbuhan industri makanan vegetarian. Pada kenyataannya, perusahaan peneliti pasar Mintel’s Global New Products Database melaporkan bahwa total penjualan eceran produk-produk makanan vegetarian meningkat antara 20 % dan 40 % setiap tahunnya selama lima tahun belakangan ini. Pada tahun 1996, penjualan eceran makanan-makanan vegetarian di AS berjumlah 3,1 juta dolar; dan di tahun 2001 penjualan melonjak menjadi 1,25 miliar dolar, dan Mintel memprediksikan bahwa penjualan akan mencapai 2,8 miliar dolar di tahun 2006.
Lebih jauh lagi, Vegetarian Resource Group melaporkan bahwa 4,8 juta orang Amerika – 2,5% dari populasi orang dewasa – menganggap diri mereka sebagai vegetarian dan hampir 1,7 juta adalah vegan. Hasil pemungutan data lainnya menunjukkan bahwa lima sampai sembilan persen dari orang dewasa Amerika – 9,7 juta sampai 17,4 juta adalah “hampir vegetarian” yang memakan sedikit daging, unggas atau ikan, dan 38,6 juta sampai 48,2 juta orang Amerika lainnya – 20% sampai 25% dari populasi adalah “cenderung vegetarian”, memakan empat atau lebih makanan tanpa daging setiap minggunya.

Data ini menunjukkan bahwa penduduk Amerika Serikat sesungguhnya mulai mengikuti nasihat Maha Guru Ching Hai tentang pengurangan konsumsi daging dan karena hal itu dapat menenteramkan dunia: “Untuk semua alasan kesehatan, kita seharusnya menjadi vegetarian. Untuk semua alasan ilmiah, kita seharusnya menjadi vegetarian. Untuk semua alasan ekonomis, kita seharusnya menjadi vegetarian. Untuk semua alasan cinta kasih, kita seharusnya menjadi vegetarian. Demikian juga, untuk menyelamatkan dunia, kita seharusnya menjadi vegetarian. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa jika orang-orang di Barat, di Amerika, makan vegetarian sekali dalam seminggu, kita akan dapat menyelamatkan enam belas juta orang-orang yang kelaparan setiap tahunnya. Karena itu, jadilah seorang pahlawan, jadilah seorang vegetarian. Bahkan jika Anda tidak mengikuti saya atau tidak berlatih metode yang sama, tolonglah untuk menjadi seorang vegetarian demi kebaikan Anda sendiri, demi kebaikan dunia ini.”

Bolehkah Mengonsumsi Susu?

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, New York, Amerika Serikat, 4 Agustus 1999 (Asal dalam bahasa Inggris)
Saya tidak mengatakan, “Tanpa susu,” hanya tanpa daging, tanpa telur dan tanpa apa pun yang berasal dari pembunuhan hewan. Tapi, dengan susu dan produk-produk susu, Anda tidak harus membunuh untuk mendapatkannya. Hanya saja Saya sendiri jarang menggunakannya. Jadi, bila orang bertanya kepada Saya haruskah mereka menggunakannya karena mereka merasa tidak nyaman, maka saya berkata, “Itu terserah Anda.” Saya sendiri tidak begitu suka susu karena cara susu itu diambil. Tetapi, di beberapa tempat seperti India, mereka mengambil susu dari sapi dengan cara yang sangat manusiawi dan sangat normal.
Juga, kalau Anda tidak minum susu sapi, kadang-kadang terlalu banyak susu membuat sapi menderita, kesakitan. Tetapi, cara orang mengambilnya dengan mesin, dan mereka memberi makan dan kemudian mengurungnya: Saya tidak suka itu. Di kebanyakan negara industri, mereka mengurung sapi dan memaksanya untuk makan berbagai bahan kimia agar menghasilkan lebih banyak susu. Atau mereka memaksa dan memberi obat-obatan supaya sapi itu menghasilkan lebih banyak susu. Lalu konsekuensinya adalah tulang mereka menjadi rapuh dan sapi-sapi itu nyaris tidak bisa menopang tubuhnya. Banyak sapi di Amerika Serikat, usus mereka jatuh, perut mereka jatuh, dan sapi-sapi itu hampir tidak bisa berjalan karena tulang mereka begitu lemah karena memproduksi terlalu banyak susu. Dan hal itu yang tidak Saya sukai. Saya pikir kita tidak seharusnya bertahan hidup di atas penderitaan orang lain, bahkan penderitaan sapi pun.
Saya tidak suka cara tidak manusiawi yang dilakukan orang-orang terhadap sapi. Mereka juga menaruh terlalu banyak bahan kimia ke dalam tubuh sapi untuk membuatnya tumbuh lebih besar dari seharusnya. Dosisnya terlalu berat bagi sapi tersebut, dan ia bisa jatuh sakit. Dan jika organ-organ tubuh sapi itu keluar dari badannya, mereka bahkan tidak memberi pembiusan atau apa pun saat mereka menjahitnya kembali. Mereka hanya melakukan pekerjaan kasar; koboi atau siapa pun bisa datang dan menjahitnya seakan-akan itu adalah hal yang normal. Saya tidak suka segala cara yang tak manusiawi dan tak beradab dalam memperlakukan hewan, seekor hewan yang bermanfaat bagi umat manusia, yang begitu ramah dan begitu lembut.
Itulah sebabnya saat Saya melihat susu, saya tidak ingin meminumnya. Saya tidak suka diingatkan akan kekejaman kita, umat manusia. Bukan saya fanatik, karena orang masih membutuhkan susu untuk bertahan hidup. Anak-anak membutuhkan susu karena kadang ibu mereka tidak bisa menyusui. Orang sakit yang kadang tidak bisa minum atau makan yang lainnya, mereka membutuhkan susu. Saya tidak menganjurkan fanatisme, hanya saja Saya tidak suka melihat penderitaan apa pun. Tetapi, susu boleh saja.

Sapi, Ibu Kita yang Kedua
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Florida, Amerika Serikat,
25 Desember 2001 (Asal dalam bahasa Inggris)
Dalam Alkitab, Tuhan berfirman, “Aku ciptakan semua hewan semata-mata untuk membantumu, untuk menjadi temanmu.” Mereka benar-benar membantu kita. Sapi membantu menyuburkan tanah, dan memberi susu untuk anak-anak yang tidak mempunyai susu ibu, atau memberi susu kepada makhluk apa pun, untuk segala hewan juga, dan mereka memberi susu untuk dibuat keju. Mereka tidak keberatan melakukannya, asalkan dengan cara yang alami, tidak seperti cara sekarang yang menggunakan mesin, begitu menyakitkan. Jadi, Saya jarang makan produk susu. Bukannya Saya fanatik, tapi Saya tidak menyukainya, bahkan sejak dahulu sebelum Saya berlatih Metode Quan Yin. Saya jarang minum susu, atau produk susu apa pun. Dan sebenarnya, sapi adalah ibu kedua bagi kebanyakan bayi. Kini, kebanyakan dari kita tumbuh dengan susu sapi, jadi bagaimana bisa Anda membunuh ibu Anda sendiri?
Dahulu, di China, Au Lac, dan Asia, kita kadang mempunyai ibu kedua seperti itu. Misalkan ada seorang wanita kaya yang tidak ingin menyusui anaknya karena tidak terlalu nyaman, lalu dia menyewa wanita lain yang juga mempunyai bayi dan memiliki banyak susu sehingga anak-anak mereka berdua bisa minum dari susu itu. Kita menyebutnya inang. Bagaimana bisa Anda membunuh seorang inang seperti itu? Kita bahkan menyebutnya sebagai ibu kedua, atau ibu asuh. Jadi, bagaimana bisa Anda melakukannya? Di negara kami, kami sangat berterima kasih kepada ibu semacam ini. Kami menyebutnya bukan inang atau ibu susu, tetapi ibu Tuhan, ibu angkat, atau ibu asuh. Dan kita juga menaruh hormat kepada ibu kedua ini. Jadi, sama halnya jika kita melakukan hal itu terhadap sapi-sapi, seolah-olah Anda membunuh ibu yang memberikan Anda susu. Jadi, mengherankan bagaimana orang bisa melakukan hal itu. Sungguh, kadang Saya sangat terkejut atas kegelapan batin manusia.
Kasih dari Induk Sapi

Ini adalah kisah nyata yang terjadi di Cina Bagian Barat di daerah gurun pasir yang gersang di Provinsi Ching Hai. Petugas di daerah ini memberlakukan peraturan yang ketat atas jatah 3 kilo air untuk setiap orang setiap harinya, dan penduduk daerah tersebut bergantung pada pengangkutan air jarak jauh yang ditugaskan pada para tentara lokal. Pada situasi semacam ini, dapat kita bayangkan betapa tragisnya keadaan demikian menimpa hewan-hewan di daerah tersebut.

Suatu hari, seekor sapi tua melepaskan diri dari ikatan tali di lehernya dan berhenti di tengah jalan di gurun pasir, di jalur truk air akan lewat. Setelah beberapa saat, sementara orang-orang mulai berpikir mengapa sapi itu berhenti di tengah jalan, truk berisikan air tiba. Sapi itu tiba-tiba mengarah ke depan truk tersebut, memaksa truk tersebut untuk berhenti. Kemudian sapi itu memandang ke arah truk, sementara supir truk tersebut berusaha untuk mengusir sapi tersebut dengan sia-sia. Situasi ini berlangsung untuk beberapa saat.
Tentara yang bertugas mengangkut air tersebut mengalami hal sama sebelumnya, tapi belum pernah sampai mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Kali ini berbeda. Para pengendara motor dan mobil tidak sabar dan menggerutu dan beberapa orang yang tidak sabar berusaha untuk mengusir sapi tersebut dengan api tetapi sapi tersebut tetap bertahan. Kemudian pemilik sapi tiba di tempat kejadian dan mencambuk sapi tersebut sehingga kulitnya sobek, tapi sapi itu tetap bertahan dan tidak beranjak sedikit pun.

Rintihan memilukan dari sapi tua dan kurus itu sangatlah tragis sampai-sampai tentara petugas dan beberapa dari pengendara meneteskan air mata. Akhirnya, seorang tentara berkata, "Biarlah sekali ini saya melanggar peraturan! Saya siap untuk mendapat hukuman". Dia mengambil wadah air dengan separuh isi (satu setengah kilo air) dan menempatkannya di depan sapi tersebut, tapi sangat menakjubkan sebab sapi tersebut tidak menyentuh air itu.

Kemudian sapi itu memandang ke arah matahari terbenam dan melenguh. Beberapa saat kemudian seekor sapi kecil muncul dari belakang tumpukan pasir. Sapi tua yang terluka itu memandang dengan penuh kasih sayang pada sapi kecil itu sampai dia selesai minum air. Dengan air mata berlinangan, ibu sapi dan sapi kecil itu saling menjilat mata masing-masing. Tanpa suara, mereka mengekspresikan kasih mereka satu sama lain. Kemudian, sebelum seorang pun mengusir mereka, mereka meninggalkan tempat kejadian itu dengan sendirinya.