WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Selasa, 13 November 2007

MUHAMMADIYAH TEGASKAN TIDAK BERPIHAK KE SALAH SATU CALON

Pontianak, 13/11 (ANTARA) - Persyarikatan Muhammadiyah menegaskan kenetralannya dan organisasi tersebut tidak boleh berpihak atau mendukung salah satu calon dalam pemilihan kepala daerah karena Muhammadiyah merupakan lembaga dakwah.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Lembaga Hikmah Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Kasmir Tri Putra, kepada ANTARA di Pontianak, Selasa, mengenai sikap Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat yang menyatakan dukungannya terhadap salah satu pasangan kandidat dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar Periode 2008-2013.

Menurut Kasmir yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi Lampung itu, Muhammadiyah tidak melarang dukungan dari warga Muhammadiyah terhadap siapapun yang maju dalam pemilihan kepala daerah.

"Warga Muhammadiyah dapat menyalurkan aspirasinya kepada calon secara bebas. Namun sebagai organisasi formal, Muhammadiyah jelas tidak berpihak," kata Kasmir.

Ia menambahkan, sebagai persyarikatan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tahun 1912, Muhammadiyah harus menjaga jarak dan kedekatan yang sama dengan lembaga politik. Untuk itu, Muhammadiyah harus mendukung pemilihan kepala daerah dan semua calon.

Sedangkan setiap warga Muhammadiyah bebas mendukung calon dan calon bebas meminta dukungan terhadap warga Muhammadiyah.

"Warga yang akan menentukan suaranya dibilik suara. Dengan didasari siapa calon yang memiliki rekam jejak baik dan bermanfaat bagi kepentingan dakwah," kata Kasmir.

Sementara terhadap sikap PWM Kalbar terkait Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar, Kasmir menyatakan, akan ada tindakan lebih lanjut sesuai garis organisasi. "Kemungkinan, akan ada teguran tertulis," katanya.

Sikap sejumlah organisasi Islam di Kalbar yang mendukung salah satu calon menuai protes dari masyarakat karena dituding telah terlibat dalam politik praktis.

Pemilu Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent), dua Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), tiga Akil Mochtar (anggota DPR RI) - AR Mecer (mantan dosen), empat Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (aktivis pendidikan).

Pemungutan suara dijadwalkan pada Kamis (15/11) dengan jumlah pemilih sekitar 2,9 juta orang.

Tidak ada komentar: