WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Senin, 05 November 2007

MASYARAKAT KALBAR DIHARAPKAN PILIH GUBERNUR PEDULI LINGKUNGAN

Pontianak, 5/11 (ANTARA) - Masyarakat Kalimantan Barat hendaknya memilih pasangan calon gubernur yang peduli terhadap lingkungan hidup dalam Pemilihan Gubernur Kalbar untuk periode 2008-2013 pada 15 November mendatang.

"Kita berharap pemimpin Kalbar mendatang adalah sosok pemimpin yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup, bukan seorang pemimpin yang hanya bisa mengeruk sumber daya alam yang ada tanpa mempedulikan dampak terhadap lingkungan sekitar," kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kalimantan Barat, Tri Budiarto, di Pontianak, Senin.

Ia mengatakan, pada era tahun 1980 lalu Kalbar terkenal sebagai provinsi penghasil kayu, tetapi karena dieksploitasi tanpa perencanaan dan hanya memikirkan keuntungan sesaat, kegiatan itu berdampak pada rusaknya hutan Kalbar.

"Padahal Indonesia memiliki hutan tropis yang cukup luas dan sebagai paru-paru dunia, salah satunya hutan Kalbar, kenyataannya sekarang hutan yang berfungsi untuk menyerap karbon dioksida (CO2) saat ini kondisinya sangat memprihatinkan," kata Tri Budiarto.

Kalau dari sekarang kerusakan hutan tidak ditanggulangi secara serius bukan tidak mungkin hutan Kalbar akan semakin rusak. "Oleh karena itu mari kita pilih salah satu pasangan calon gubernur yang peduli lingkungan hidup," ujar Tri Budiarto seolah kampanye.

Angka kerusakan hutan sudah mencapai titik kritis di Kalbar yaitu sekitar lima juta hektare, tersebar di areal bekas pembalakan liar dan penambangan emas tanpa izin (PETI). Sebagian besar berada di luar kawasan hutan yakni seluas 2,9 juta hektar sedangkan sisanya, 2,1 juta hektar, di dalam areal kawasan hutan.

Sementara Masyarakat Perhutanan Indonesia (MPI) Komisariat Daerah (Komda) Kalbar dalam sebuah lokakarya mengungkapkan bahwa sekitar 864 ribu meter kubik kayu glondongan masuk ke negeri jiran dalam kurun waktu setahun akibat kegiatan penebangan liar dan perdagangan kayu di Kalbar.

Kerusakan hutan Kalbar hampir seluas 165.000 hektare/tahun, atau sama dengan 23 kali luas lapangan bola.

Perekonomian negara dirugikan Rp220 Milyar (dari royalti PSDH, DR dan PBB).

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Daerah Kalbar, telah penetapan nomor urut para calon, urut satu, Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir,nomorf urut dua H Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, nomor urut tiga HM Akil Mochtar - AR Mecer dan nomor urut empat Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Dari empat pasangan calon gubernur yang akan maju memmpin Kalbar periode 2008-2013, hanya pasangan HM Akil Mochtar - AR Mecer yang memaparkan isu kelangsungan lingkungan hidup sebagai program pembangunan Kalbar mendatang yang peduli lingkungan hidup, sementara tiga pasangan lainnya rata-rata mengangkat isu pembangunan kebutuhan dasar masyarakat.

"Pembangunan suatu wilayah apabila mengesampingkan pemeliharaan lingkungan hidup dengan baik, akan berdampak pada rusaknya lingkungan hidup dan masyarakatlah yang akan menerima akibatnya," kata HM Akil Mochtar.

Ia mengatakan, Kalbar sebagai paru-paru dunia secara dini harus memiliki seorang pemimpin yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup, yang tidak semata-mata meningkatkan pembangunan di bidang apa saja dengan mengabaikan kelangsungan lingkungan hidup.

Tidak ada komentar: