WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Jumat, 23 November 2007

MAHASISWA BUKA POSKO PENGADUAN PELANGGARAN PEMILU GUBERNUR KALBAR

Pontianak, 22/11 (ANTARA) - Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) Kalimantan Barat membuka posko pengaduan di Bunderan Tugu Degulis Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kamis, seputar penyelenggaraan Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Periode 2008-2013.

Menurut Humas Solmadapar, Nur Hadi, usai bersama puluhan mahasiswa dari Solmadapar Kalbar berunjuk rasa di depan Kantor KPUD Kalbar, Jalan Ahmad Yani Pontianak, posko tersebut untuk menampung keluhan masyarakat yang selama ini tidak tersalurkan dengan baik melalui lembaga pemerintah maupun penyelenggara pemilu.

"Banyak masyarakat yang tidak terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap), intimidasi terhadap rakyat, maupun kasus lain yang muncul tetapi tidak ada penyelesaiannya," kata Nur Hadi.

Solmadapar sendiri menyatakan untuk tidak memilih satupun dari empat pasang calon yang maju dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar. Salah satu alasan karena para calon tersebut terkait kasus hukum masalah korupsi.

Solmadapar juga menilai telah terjadi pendoktrinan primordialisme kepada rakyat yang berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) selama pelaksanaan Pemilu kepala daerah di Kalbar.

Visi misi yang disampaikan sulit dan terkesan membohongi masyarakat sehingga rakyat Kalbar tidak perlu reaktif terhadap siapa pun yang terpilih. "Sebaiknya, rakyat merapatkan barisan untuk oposisi selamanya kepada pemerintah terhadap siapapun yang terpilih," katanya.

Usai unjuk rasa Solmadapar, belasan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) Kalbar juga melakukan aksi serupa di tempat yang sama.

Mereka menuntut Pemilu Gubernur susulan untuk pemilih yang tidak mendapat kesempatan menggunakan haknya akibat terkendala persoalan administrasi sebab kacaunya sistem pendataan penduduk.

Selain itu, AMPD Kalbar meminta adanya tindak lanjut dari KPUD Kalbar mengenai pelanggaran-pelanggaran yang terjadi saat pencoblosan mengingat angka tidak memilih yang tinggi serta masyarakat yang tidak terdata.

Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent), dua Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), tiga Akil Mochtar (anggota DPR RI) - AR Mecer (mantan dosen), empat Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (aktivis pendidikan).

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) menilai partisipasi warga di kawasan pesisir Kalimantan Barat mengikuti Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Periode 2008-2013 terbilang rendah, yakni berkisar 60-70 persen.

Menurut Ketua KIPP Kalimantan Barat, Johny Rudwin saat dihubungi, Rabu (21/11), hal itu terlihat dari kajian terhadap hasil sementara Pemilu Kalbar. Ia menambahkan, angka tersebut lebih rendah dibanding masyarakat di daerah pehuluan yang tingkat partisipasinya antara 90 - 95 persen.

Tidak ada komentar: