WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Jumat, 23 November 2007

KPU KALBAR: PEMILU SUSULAN SULIT DIREALISASIKAN

Pontianak, 22/11 (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Barat menyatakan tidak akan ada Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur susulan meski banyak pemilih yang tidak terdaftar dan temuan pelanggaran yang dikemukakan sejumlah pihak.

Menurut Ketua KPU Kalbar, Aida Mochtar di Pontianak, Kamis, hal itu belum menjadi dasar hukum digelarnya pemilu susulan. Ia mengatakan, pemilu susulan hanya dapat dilakukan jika ada persetujuan dan rekomendasi dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pengawas (Panwas) setempat.

Karena, lanjut Aida, berbagai temuan pelanggaran saat pencoblosan harus diputuskan di tingkat kecamatan.

Ia menambahkan, pencoblosan ulang dilakukan selambat-lambatnya tujuh hari setelah pemungutan suara setelah ada rekomendasi dari PPK dan Panwas setempat karena berbagai pelanggaran.

Aida mengatakan, jika ditemukan adanya pelanggaran setelah tenggat waktu tersebut, masyarakat dapat memperkarakannya ke pengadilan.

KPU Provinsi Kalbar mendapat tekanan dari sejumlah pihak untuk menggelar Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur susulan karena banyak pelanggaran dan pemilih yang tidak terdaftar pada pemungutan suara 15 Nopember lalu.

Belasan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) Kalbar misalnya, Kamis (22/11) siang melakukan unjuk rasa di kantor KPU Provinsi Kalbar menuntut Pemilu Gubernur susulan untuk pemilih yang tidak mendapat kesempatan menggunakan haknya akibat terkendala persoalan administrasi sebab kacaunya sistem pendataan penduduk.

Tidak ada komentar: