WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Rabu, 14 November 2007

KANDIDAT JUGA TERKENA DAMPAK KACAUNYA ADMINISTRASI DATA PEMILIH

Pontianak, 14/11 (ANTARA) - Kekacauan dalam administrasi data pemilih untuk Pemilu gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013 tidak hanya menimpa rakyat biasa namun juga para kandidat yang akan dipilih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rabu, sejumlah calon gubernur juga mengalami kekacuan tersebut. Cagub Usman Ja'far, sebelumnya dikabarkan terdata di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 32 di Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan.

Namun ia juga terdata di TPS 4 Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota. Usman Ja'far kemudian memilih untuk mencoblos di TPS 4 karena sesuai dengan alamat kediaman yang saat mendaftar ke KPU Kalimantan Barat (Kalbar).

Kemudian, cagub Oesman Sapta Odang (OSO). Sesuai keterangan saat mendaftar menjadi kandidat ke KPU Kalbar, pengusaha sukses ini beralamat di Jalan Karang Asem Utara No 34, Jakarta Selatan. Namun, OSO yang berpasangan dengan Ignatius Lyong itu juga terdata sebagai pemilih di TPS 13 Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota.

Menurut keterangan Husin, Ketua RT 1/II Kelurahan Tengah, pemberian kartu pemilih kepada OSO dengan pertimbangan yang bersangkutan memiliki Kartu Keluarga (KK) yang beralamat di wilayah itu.

"Kalau dia mempunyai identitas diri di tempat lain, itu di luar kewenangan saya," kata Husin. Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tengah, Nasa'i, OSO sudah lama terdaftar sebagai warga kelurahan tersebut. Pemberian kartu pemilih kepada pengusaha itu berdasarkan salinan daftar pemilih tetap.

Cagub dari PDI Perjuangan, Cornelis sempat dikabarkan akan mencoblos di salah satu TPS di Jalan Danau Sentarum, Kelurahan Sungai Bangkong, Pontianak Kota. Namun berdasarkan keterangan salah seorang kerabatnya, Cornelis mencoblos di salah satu TPS di Kota Ngabang, Kabupaten Landak. Saat mendaftar, Cornelis beralamat di Jalan Tugu Pahlawan No 1, Dusun Hilir Tengah II RT 003/RW002 Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.

Sementara Ketua Pokja Pencalonan KPU Kalbar, Nazirin, mengatakan, sejumlah kerancuan seperti tempat tinggal ganda, salah satunya harus dieliminir sehingga pemilih hanya mencoblos di satu TPS saja.

Ia menambahkan, alamat kandidat sewaktu mendaftar menjadi acuan untuk KPU Kalbar dalam proses administrasi kependudukan. "Dengan sistem administrasi kependudukan yang baik, sebenarnya memang warga negara Indonesia dilarang memiliki alamat ganda," kata Nazirin. Ia mengakui, tempat tinggal ganda menunjukkan administrasi kependudukan di Indonesia kacau.

Kepala Seksi (Kasi) Tramtib Kelurahan Bangka Belitung, Kecamatan Pontianak Selatan, Rusdi mengatakan, Kota Pontianak sejak tiga bulan terakhir telah menerapkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). SIAK mencegah terjadinya identitas ganda dari seseorang.

"Jadi, kalau seseorang sudah memiliki kartu identitas di kota lain yang menerapkan SIAK, secara otomatis akan langsung terdeteksi di kota tujuan," katanya.

Sementara untuk cagub M Akil Mochtar, mencoblos di TPS 60 Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan. Pasangannya, AR Mecer, mencoblos di TPS 10 Kelurahan Bangka Belitung, Kecamatan Pontianak Selatan.

Pasangan Usman Ja'far, LH Kadir, di TPS Jalan Syuhada, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan. Ignatius Lyong dan Christiandy Sanjaya masing-masing di TPS 11 dan 34 Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota.

Tidak ada komentar: