WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Kamis, 22 November 2007

HASAN KARMAN - EDY R YACOUB PEMENANG PEMILU KOTA SINGKAWANG

Pontianak, 23/11 (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Singkawang dalam rapat pleno di Singkawang, Jumat, menetapkan pasangan Hasan Karman - Edy R Yacoub sebagai pemenang Pemilu Walikota-Wakil Walikota Singkawang Periode 2007-2012.

Pasangan yang diusung Partai Indonesia Baru dan Partai Persatuan Pembangunan itu, mendapat 36.103 suara atau 41,8 persen dari total 86.294 suara sah. Angka itu lebih banyak dibanding incumbent Awang Ischak - Raymundus Sailan dengan 30.706 suara yang diusung Partai Golkar, PAN, PSI, PBR, PPDI dan PNBK.

Pemilu Walikota-Wakil Walikota Singkawang diikuti lima pasangan calon. Tiga pasangan lain yakni Darmawan-Ignatius Apui mendapat 13.716 suara, Suyadi Wijaya - Bong Wui Khong 3.006 suara, dan Syafei Djamil - Felix Periyadi 2.763 suara.

Anggota KPUD Kota Singkawang, Solling saat dihubungi mengatakan, pengajuan nama pasangan pemenang ke DPRD Kota Singkawang akan dilakukan pada Senin (26/11).

KPUD Kota Singkawang juga menunggu dalam tenggat waktu tujuh hari kemungkinan adanya gugatan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan keputusan tersebut.

"Kalau tidak ada masalah, DPRD Kota Singkawang akan menyampaikan nama terpilih ke Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalbar," katanya. Pelantikan Walikota-Wakil Walikota Singkawang dijadwalkan pada 17 Desember 2007.

Solling mengakui, menjelang masa penetapan cukup banyak tekanan dari massa terutama pendukung pasangan incumbent yang tidak puas dengan hasil tersebut.

Namun, lanjutnya, KPUD Kota Singkawang tetap berpegang kepada aturan perundang-undangan dalam melaksanakan setiap tahapan Pemilu. "Termasuk tentang ketidakpuasan pasangan atau pihak lain terhadap hasil Pemilu," kata Solling.

Situasi Kota Singkawang yang berjarak 145 kilometer sebelah utara Kota Pontianak itu dilaporkan cukup kondusif meski sempat diramaikan dengan aksi massa menuntut pemilu ulang. Alasannya, diduga banyak terjadi kecurangan serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam memilih karena tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Tidak ada komentar: