WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Minggu, 11 November 2007

HARI TERAKHIR KAMPANYE TERBUKA PILGUB KALBAR

Pontianak, 10/11 (ANTARA) - Hari terakhir pelaksanaan kampanye terbuka calon gubernur-wakil gubernur Kalimantan Barat di Kota Pontianak, Sabtu, diwarnai dengan konvoi ratusan kendaraan simpatisan pasangan Oesman Sapta Odang (OSO) dan Ignatius Lyong.

Dengan mengenakan atribut yang menunjukkan dukungan terhadap pasangan nomor urut dua itu, mereka secara terpisah maupun bersama-sama terlihat menyusuri jalan-jalan utama di Kota Pontianak.

OSO dan Ignatius Lyong sendiri akan mengakhiri masa kampanye terbuka mereka dengan menyampaikan orasi politik di Stadion Sultan Syarif Abdurrachman Pontianak mulai pukul 14.00 WIB. Sejumlah artis yang dijadwalkan akan mengisi acara tersebut yakni Rhoma Irama, Dewi Persik, Erni Johan, Johan Untung dan grup band Jamrud.

Sementara pasangan incumbent nomor urut satu, Usman Ja'far dan Laurentius Herman (LH) Kadir mengakhiri kampanye terbuka di Kabupaten Sambas. LH Kadir memilih untuk tidak berkampanye karena sesuai kesepakatan akan dilakukan secara bergantian sesuai pengajuan cuti diluar tanggungan negara ke Menteri Dalam Negeri.

Dua pasangan lain, yakni nomor urut tiga Akil Mochtar dan AR Mecer, serta nomor urut empat, Cornelis dan Christiandy Sanjaya, masing-masing berkampanye di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Landak.

Massa simpatisan di dua daerah itu diperkirakan mencapai puncaknya karena Akil Mochtar yang juga anggota Komisi III DPR RI kelahiran Putussibau, ibukota Kapuas Hulu. Sedangkan Cornelis hingga kini masih menjabat sebagai Bupati Landak.

Pelaksanaan kampanye akan diakhiri dengan acara debat publik yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/11) pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB. KPU selaku fasilitator mendatangkan Sandrina Malakiano sebagai pemandu acara.

Sementara untuk penyaluran logistik Pemilu, Ketua KPU Kalbar, Aida Mochtar optimis dapat sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tepat waktu sebelum pelaksanaan pencoblosan, yakni Kamis, tanggal 15 Nopember 2007.

Menurut dia, permintaan tambahan kertas suara dari KPU kabupaten/kota yang jumlahnya sekitar 50 ribu lembar juga telah didistribusikan. Tambahan itu karena kerusakan kertas suara dan jumlah cetakan yang kurang.

Namun Aida Mochtar menjamin tidak ada duplikasi secara ilegal terhadap kertas suara karena telah melalui pengamanan yang ketat.

Tidak ada komentar: