WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Jumat, 16 November 2007

GOLPUT MENDOMINASI SEJUMLAH TPS DI PILGUB KALBAR

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Kelompok yang tidak memberikan suaranya, mendominasi sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Pontianak, Kamis, saat pemungutan suara Pemilu Gubernur - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013.

Di TPS 013 Kelurahan Benua Melayu Darat Pontianak Selatan, berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT), terdapat 543 warga yang berhak untuk memilih. Namun, yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 393 orang.

Kemudian di TPS 005 Kelurahan Bangka Belitung Pontianak Selatan, dari 592 warga yang masuk dalam DPT, 299 di antaranya tidak memilih. Di TPS 16 Kelurahan Bangka Belitung, 149 dari 471 warga yang masuk dalam DPT, tidak memilih.

Begitu juga di TPS 002 Kelurahan Bangka Belitung, terdapat 223 warga yang memilih untuk tidak memilih dari total 589 warga yang tercantum di DPT.

Sementara di TPS 004 Kelurahan Sungai Bangkong Pontianak Kota, tempat Usman Ja'far memberikan suara, dari 528 total pemilih, sebanyak 156 warga tidak menggunakan haknya. Begitu juga di TPS 011 Kelurahan Sungai Bangkong, 99 warga abstain. Yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 312 orang.

Di TPS 019 Kelurahan Parit Tokaya, tempat Laurentius Herman Kadir mencoblos, 150 warga tidak menggunakan hak pilihnya.

Hal itu menjadi ironi mengingat ribuan warga di berbagai daerah tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena tidak terdaftar dalam DPT.

Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (UJ - LHK), dua Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong (OSO - Lyong), tiga Akil Mochtar - AR Mecer (AM), empat Cornelis - Christiandy Sanjaya (CC).

PERHITUNGAN CEPAT VERSI KOALISI HARMONI, USMAN JA'FAR TETAP GUBERNUR KALBAR

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Perhitungan cepat versi Koalisi Harmoni pada Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat menempatkan pasangan incumbent, Usman Ja'far - Laurentius Herman (LH) Kadir meraih suara terbanyak dengan prosentase 39,58 persen.

Angka itu sedikit diatas perkiraan perolehan suara untuk pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Cornelis - Christiandy Sanjaya yakni 36,62 persen. Kemudian pasangan Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong 14,14 persen, dan Akil Mochtar - AR Mecer 9,66 persen dengan tingkat kesalahan lebih kurang tiga persen.

Ketua Koalisi Harmoni, Zulfadhli kepada wartawan di Pontianak, Kamis malam menyatakan dengan hasil itu, mereka optimis pasangan yang mereka usung tersebut akan terpilih menjadi Gubernur - Wakil Gubernur Kalbar periode 2008-2013.

Koalisi Harmoni merupakan gabungan delapan partai yakni Golkar, PPP, PKB, PAN, PKS, PBR, PDS dan Partai Merdeka yang mengusung Usman Ja'far - LH Kadir.
Zulfadhli mengatakan, perhitungan cepat tersebut mengambil data suara pemilih hingga pukul 17.00 WIB dari 300 desa yang tersebar di seluruh Kalbar baik di kawasan pesisir maupun pedalaman. "Desa yang diambil datanya merupakan representasi dari kondisi Kalbar secara umum baik sosial, budaya dan politik," katanya.

Ia menegaskan, meski perhitungan cepat tersebut menunjukkan Usman Ja'far - LH Kadir unggul, namun Koalisi Harmoni tetap mengacu kepada keputusan KPU Kalbar dalam menetapkan pasangan terpilih.

"Ini masih sementara. Perhitungan cepat ini dikaji secara ilmiah tetapi bukan berarti Koalisi Harmoni mengklaim menang karena keputusan akhir tetap ada di KPU Kalbar," katanya. Ia menambahkan, perhitungan cepat juga merupakan pembelajaran kepada para kandidat maupun masyarakat untuk memperkirakan hasil akhir.

"Kalau ada yang suaranya jauh dibawah perkiraan tim kampanye masing-masing di awal kampanye, harus menerima dengan lapang dada seandainya hasilnya seperti perhitungan cepat," kata Zulfadhli.

Sedangkan KPU baru akan menetapkan hasil akhir sepekan setelah pemungutan suara. Ia mengatakan, tenggat waktu yang cukup lama itu dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Hingga pukul 21.00 WIB, jumlah suara yang masuk ke pusat data Koalisi Harmoni mencapai 50 persen. Ia yakin, Jumat (16/11) malam angka tersebut akan mencapai 100 persen.

Tidak ada komentar: