WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Jumat, 16 November 2007

BANYAK WARGA PONTIANAK KECEWA TAK IKUT MEMILIH GUBERNUR


Pontianak, 16/11 (ANTARA) - Sejumlah warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang masuk dalam daftar pemilih tetap pada pemilihan umum 2004, menyatakan tidak bisa ikut menggunakan hak pilihnya pada pemilihan gubernur yang berlangsung Kamis (15/11) karena tidak mendapat kartu pemilih dan undangan.

Andreas Acui Simanjaya, di Pontianak, Jumat, menyatakan telah terdaftar sebagai pemilih tetap, tetapi ternyata tidak memeroleh kartu pemilih dan undangan saat hendak mengikuti pemilihan gubernur.

"Saya kecewa tidak bisa berpartisipasi dalam pemilihan gubernur," kata Acui yang juga Sekretaris Umum Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalbar.

Masalah serupa juga dialami seorang wartawan, Nur Iskandar. Pada pemilihan umum 2004 lalu, ia terdaftar sebagai pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) di Jalan KH Wahid Hasyim. Namun kemudian pindah rumah di Jalan Parit Haji Husin II.

Saat mengecek apakah telah terdaftar sebagai pemilih, ketua RT setempat menyatakan sudah lengkap. Namun pada kenyataannya, ia tidak memeroleh kartu pemilih dan undangan.

Kondisi yang sama juga dialami keluarga besar Muryadi yang tinggal di Jl Parit Haji Husin II. Sebanyak tujuh anggota keluarganya tidak dapat memilih karena tak memiliki kartu pemilih.

Sementara sehari menjelang pemilihan gubernur pada 15 November, Ketua KPUD Provinsi Kalbar, Aida Mochtar menyatakan sesuai Pasal 15 dan 16 ayat i sampai 13 Peraturan Pemerintah No. Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dan Pasal 3 ayat 1 sampai 3 Peraturan KPU No. 6 tahun 2007 tentang Tata Cara Pemutahiran Data dan Daftar Pemilih Pilkada yang isinya apabila wara yang sudah terdaftar sebagai pemilih tetap tidak mendapat kartu pemilih dan undangan, tetap dapat menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara.

Namun adanya pemberitahuan Ketua KPU tersebut, menurut warga sudah terlambat dan kurang sosialisasi. sehingga hanya sebagian kecil yang menggunakan hak pilihnya tanpa disertai kartu pemilih dan undangan.

Proses pemilihan gubernur Kalbar diikuti 2.925.018 pemilih dari sekitar 4,9 juta penduduk Kalbar. Penyelenggara pemilu kepala daerah menyediakan 9.654 tempat pemungutan suara (TPS) di 14 kabupaten/kota.

Pemilihan gubernur periode 2008-2013 tersebut diikuti empat pasangan calon, terdiri atas nomor urut satu Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, dua Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, tiga M Akil Mochtar - AR Mecer, dan empat Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Pasangan UJ-LHK dan Cornelis - Christiandy, hingga berita ini ditulis bersaing ketat dalam memeroleh dukungan suara pemilih.

1 komentar:

Adhi M mengatakan...

Siapapun yg terpilih, jangan sampai melupakan janji2nya kepada masyarakat.
Trims.