WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Rabu, 31 Oktober 2007

PILGUB KALBAR RAWAN INTIMIDASI DAN POLITISASI ETNIS

Pontianak, 30/10 (ANTARA) - Solidaritas Mahasiswa dan Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) Kalimantan Barat (Kalbar), dalam aksinya di tugu Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak, Selasa, memperingatkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang berlangsung 15 November mendatang rawan intimidasi, politisasi etnis dan politik uang.

"Kalau memang diperlukan, masyarakat jangan ikut memilih dalam pemilihan gubernur, karena hanya menguntungkan salah satu pasangan calon yang tidak sesuai dengan kriteria pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat Kalbar," kata Koordinator aksi mahasiswa, Dedy Armayadi, saat melakukan aksi "Golput" (golongan putih) di Tugu Digulis Untan, Jl Ahmad Yani.

Akibat aksi tersebut, lalu lintas di sekitar kawasan tersebut menjadi macet, meskipun puluhan aparat Kepolisian Kota Besar Pontianak sudah bersusah payah mengatur lalu lintas agar tidak sampai macet.

Mulai hari ini, empat pasangan calon gubernur Kalbar berkeliling wilayah setempat guna berkampanye hingga 11 November mendatang.

Berdasarkan penetapan nomor urut para calon, urut 1, pasangan incumbent, Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, urut 2. H Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, urut 3. HM Akil Mochtar - AR Mecer dan urut 4. Cornelis - Christiandy Sanjaya. Empat psangan calon tersebut akan maju dalam Pilgub Kalbar 2008-2013.

Dedy Armayadi mengatakan, masyarakat hendaknya tidak mudah dibuai oleh janji para pasangan calon yang akan maju dalam Pilgub nanti, karena janji tersebut hanya diucapkan saat kampanye. Tetapi pada saat menjabat nanti para pemimpin yang terpilih hanya sibuk mengurus bagaimana mengembalikan modal yang telah ia keluarkan selama kampanye.

"Mari kita golput saja, daripada pemimpin yang kita pilih nantinya hanya akan mengecewakan kita," katanya.

Hal senada juga diserukan oleh Suud (24) salah seorang peserta aksi, mengatakan, daripada bersusah payah memilih pemimpin yang belum tentu benar, lebih baik tidak memilih satu pun pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Ia menuding, pesta demokrasi yang diselenggarakan secara besar-besaran di Kalbar hanya menghambur-hamburkan uang rakyat. "Kita sepertinya dihipnotis oleh pesta demokrasi itu, padahal masih banyak penindasan, intimidasi dan perpecahan yang sering terjadi menjelang pemilu gubernur nanti," katanya.

Suud juga mempertanyakan, seusai Pilkada nanti kehidupan masyarakat Kalbar yang masih banyak di bawah garis kemiskinan, dan rendahnya pelayanan kesehatan serta minimnya sarana dan prasarana infrastruktur, bisa dipenuhi oleh pemimpin baru?

Dalam aksinya para mahasiswa menolak anti inkonsistensi gerakan mahasiswa dan pemuda Kalbar, menolak politik uang, intimidasi dan politisasi etnisitas pada Pilkada. Mereka juga mengingatkan pentingnya prioritas pelayanan umum dan jangan mabuk Pilkada.

KPU Provinsi Kalbar menetapkan jadwal kampanye untuk empat pasang calon gubernur-wakil gubernur yang akan berlangsung mulai 29 Oktober - 11 Nopember. Daerah kampanye terbagi menjadi empat zona yakni Zona I meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Kemudian Zona II Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Zona III meliputi Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak dan Kabupaten Sekadau. Sedangkan Zona IV Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi.

Sementara waktu kampanye terbagi menjadi empat periode yakni 30 Oktober - 1 Nopember, 2 - 4 Nopember, 5 - 7 Nopember, dan 8 - 10 Nopember. Untuk kampanye tanggal 29 Oktober, setiap calon akan diberi kesempatan menyampaikan visi misinya di Gedung DPRD Kalbar, Pontianak. Kemudian tanggal 11 Nopember kampanye debat publik di media massa.

Berdasarkan hasil cabut undi yang dilakukan masing-masing tim kampanye calon, periode pertama kampanye untuk pasangan nomor urut 1 di Zona I, nomor urut 2 Zona IV, nomor urut III Zona III, dan nomor urut IV Zona II.

Periode kedua, nomor urut 1 di Zona IV, nomor urut 2 Zona III, nomor urut 3 Zona II, dan nomor urut 4 di Zona I. Kemudian periode ketiga, nomor urut 1 di Zona III, nomor urut 2 di Zona II, nomor urut 3 Zona I, dan nomor urut 4 Zona IV.

Periode terakhir, nomor urut 1 di Zona II, nomor urut 2 Zona I, nomor urut 3 Zona IV, dan nomor urut 4 di Zona III.

Tidak ada komentar: