WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Sabtu, 27 Oktober 2007

KAPOLDA KALBAR: PELAKU ANARKIS TEMBAK DI TEMPAT

Pontianak, 26/10 (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kalbar), Brigadir Jenderal (Pol) Zainal Abidin Ishak, memerintahkan kepada aparatnya untuk tidak segan-segan menembak di tempat bagi pelaku anarkis dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalbar, 15 Nopember mendatang.

"Asal sesuai prosedur, tidak ada masalah seorang anggota polisi menembak (melumpuhkan bukan menembak mati) seorang pelaku anarkis dalam kampanye, demonstrasi maupun kegiatan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan orang lain," kata Zainal Abidin Ishak, seusai Gelar Pasukan Pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar tahun 2007 di Halaman Korem 121 Alambhana Wanawwai, Jumat.

Ia mengatakan, dalam melumpuhkan pelaku anarkis, kepolisian mempunyai prosedur tetap (Protap) yaitu boleh melumpuhkan asal menembak dengan peluru karet atau peluru tajam dari bagian paha hingga kaki pelaku.

"Setiap polisi sudah mengetahui kapan harus menggunakan peluru karet atau peluru tajam dalam pengamanan," katanya.

Dari jadwal kampanye yang telah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalbar, tahapan kampanye Pilkada Kalbar akan dimulai pada 29 Oktober sampai dengan 11 Nopember. Kemudian masa tenang selama tiga hari, dan pemungutan suara, 15 Nopmeber, penghitungan suara, penetapan pasangan gubernur terpilih, pengesahan hasil Pemilu, dan pelantikan gubernur terpilih.

"Kita saat ini sedang mengumpulkan informasi apapun dari masyarakat, mengenai isu-isu maupun gangguan kamtibmas menjelang Pilkada Kalbar," kata Kapolda lagi.

Ia berharap pemilihan gubernur mendatang tidak ternoda oleh perbuatan yang kurang dewasa dalam berdemokrasi,. Tetapi berdasarkan pengalaman dari pemilihan bupati di delapan kabupaten yang berjalan dengan sukses, mudah-mudahan Pilgub juga bisa berjalan dengan lancar.

Untuk menghadapi gangguan kamtibmas berintensitas tinggi, pihaknya tetap menjalankan proses hukum yang berlaku dengan mengedepankan tindakan preventif dengan menjunjung tinggi yaitu yuridis prosedural, secara profesional dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Sementara sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat menyatakan menerima laporan sementara dari KPU tingkat kabupaten/kota mengenai jumlah pemilih untuk Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur periode 2008-2013 sebanyak 2.925.018 orang. (K-AL/

Tidak ada komentar: