WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Jumat, 19 Oktober 2007

HNW: PILGUB BUKAN UNTUK PERTIKAIKAN ANTAR UMAT

Pontianak, 19/10 (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Hidayat Nur Wahid mengatakan, pemilihan gubernur Kalimantan Barat mendatang (15/11) bukan bertujuan untuk menciptakan pertikaian antar umat, melainkan guna mencari pemimpin yag mampu memajukan Kalbar.

"Sekarang bukan jamannya lagi orang berlomba-lomba untuk menciptakan pertikaian antara kelompok agamis dan kelompok nasionalis, karena berdirinya bangsa Indonesia adalah hasil perjuangan bersama," kata Hidayat Nur Wahid, di Pontianak, Jumat, saat Halal Bihalal Bersama Keluarga Besar Partai Keadilan Sejahtera Kalbar.

Ia khawatir dimunculkannya asas tunggal sebagai langkah untuk mengembalikan politik ke jaman represif dimana pemeluk agama Islam dicurigai untuk ikut berpolitik.

"Jika ini terjadi lagi, proses demokratisasi tidak bisa berjalan dengan benar," katanya.

Hidayat Nur Wahid menambahkan, seandainya Pancasila dijalankan dengan benar, kehidupan berpolitik berasaskan pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, perilaku politik yang tidak suka memecah belah, memfitnah, tidak mengadu domba antar umat beragama dan suku bangsa.

"Mari kita bangun perilaku politik yang tidak menggunakan kekerasan, arogan, premanisme, serta tidak menghadirkan nuansa politik yang biadab," katanya.

Hidayat Nur Wahid menyerukan agar masyarakat ataupun kelompok elit politik bisa berpolitik untuk satu tujuan yaitu menjaga persatuan dan kesatuan.

"Kita khawatir adanya wacana untuk membentuk Liga Nasional akan berdampak terpecah-belahnya bangsa," katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar semua pihak kembali pada fitrah bangsa Indonesia yang sejak dahulu tidak mempertentangkan perbedaan antar agama, karena kemerdekaan bangsa Indonesia terwujud berkat kerjasama yang luar biasa antar umat beragama dan segenap suku bangsa yang ada.

Pada Pilgub, 15 Nopember mendatang Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalbar telah menetapkan empat pasang calon yang akan maju dalam Pilgub mendatang.

Pasangan incumbent Usman Ja'far - LH Kadir diusung Koalisi Harmonis yakni gabungan Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka. Porsi suara delapan partai pada pemilu legislatif 2004 52, 41 persen.

Oesman Sapta - Ignatius Lyong diusung oleh tujuh partai yang tergabung dalam Koalisi Kalbar Maju Adil Sejahtera (MAS). Tujuh partai itu adalah Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, dan Partai Patriot. Jumlah suara ketujuh partai tersebut dalam Pemilu 2004 adalah 15,45 persen.

Sedangkan Akil - Mecer diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB) yang terdiri delapan partai yakni Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). Porsi suara delapan partai gurem ini 15,08 persen.

Sementara Cornelis - Christiandi Sanjaya diusung oleh PDI Perjuangan dengan porsi suara yang diraih PDI Perjuangan pada Pemilu 2004 yakni 17,07 persen. (K-AL)

Foto by: Nurul Hayat

Tidak ada komentar: