WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Sabtu, 27 Oktober 2007

GUBERNUR KALBAR MINTA MASYARAKAT TAK MUDAH TERPROVOKASI

Pontianak, 27/10 (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Usman Ja'far, mengingatkan masyarakat hendaknya tidak mudah terprovokasi isu yang tidak menginginkan situasi kondusif menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 15 Nopember mendatang.

"Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kamtibmas masing-masing agar tidak mudah dipengaruhi dan disusupi oleh isu-isu yang bisa menyebabkan masyarakat terpecah belah kepentingan penyebar isu yang tidak benar. Kalau ada oknum tertentu yang sengaja berbuat untuk membuat lingkungan tidak kondusif, secepatnya dilaporkan kepada aparat terdekat," kata Usman Ja'far, seusai mengikuti acara Silaturahmi dengan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Auditorium Universitas Tanjungpura Pontianak, Sabtu.

Ia mengatakan, kerukunan dalam multi etnis masyarakat Kalbar saat ini yang sudah terjalin jangan sampai berantakan hanya karena ulah segelintir orang yang tidak mau demokrasi di Kalbar berjalan maju. "Biasanya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) banyak sekali isu yang membuat perpecahan antara kita, kalau tidak ditangani secepatnya maka bukan tidak mungkin hal terburuk bisa terjadi," kata Usman Ja'far.

Ia menambahkan, para calon gubernur yang maju dalam menyampaikan kampanye nantinya diharapkan tidak membawa isu yang dapat membahayakan keharmonisan masyarakat Kalbar. Masih banyak isu menarik yang bisa dikembangkan untuk membangun Kalbar ke depan.

Usman Ja'far berpesan, masyarakat jangan mudah terbuai oleh janji-janji manis balon gubernur dan wakil gubernur yang akan maju dalam Pilgub mendatang. "Pilihlah Cagub sesuai hati nurani masing-masing, karena Cagub terpilih nanti yang akan menentukan maju tidaknya Kalbar," kata Usman Ja'far yang juga akan maju dalam pilkada Kalbar.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Kalbar, Brigadir Jenderal (Pol) Zainal Abidin Ishak, memerintahkan kepada aparatnya untuk tidak segan-segan menembak di tempat bagi pelaku anarkis dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalbar, 15 Nopember mendatang.

"Asal sesuai prosedur, tidak ada masalah seorang anggota polisi menembak (melumpuhkan bukan menembak mati) seorang pelaku anarkis dalam kampanye, demonstrasi maupun kegiatan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan orang lain," kata Zainal Abidin Ishak.

Ia mengatakan, dalam melumpuhkan pelaku anarkis, kepolisian mempunyai prosedur tetap (Protap) yaitu boleh melumpuhkan asal menembak dengan peluru karet atau peluru tajam dari bagian paha hingga kaki pelaku.

Sementara untuk penyelenggaraan Pemilu, polisi mengidentifikasi kerawanan sesuai dengan karakteristik daerah dan massa pendukung calon yang berpotensi menimbulkan konflik baik antarpendukung calon maupun dengan penyelenggara Pemilu serta aparat di lapangan.

"Polisi bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran seperti tidak adanya pemberitahuan kampanye maka pelaksanaannya akan dihentikan," katanya.

Selain itu, disiapkan pula tim khusus dengan melibatkan TNI AD untuk dikirim ke lokasi yang rawan.

Polda Kalbar saat ini juga telah berbenah secara internal diantaranya meningkatkan kemampuan negosiasi, pelatihan menembak, pengamanan very important person (VIP), mempersiapkan buku saku mengenai pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu.

Berdasarkan rapat pleno KPU Kalbar di Pontianak, Senin (24/9), urutan dari pasangan yang akan maju dalam pemilu Kalbar yakni, nomor satu incumbent Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, kemudian Oesman Sapta Oedang - Ignatius Lyong, Akil Mochtar - Anselmus Robertus Mecer, dan Cornelis - Christiandy Sanjaya. (K-AL/

Tidak ada komentar: