WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Selasa, 04 September 2007

CETRO: PERUBAHAN PENYELENGGARAAN PILKADA UNTUK TEKAN BIAYA

Pontianak, 4/9 (ANTARA) - Centre for Electoral Reform (Cetro) menilai perlu dilakukan perubahan mendasar dalam penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di Indonesia karena membutuhkan biaya yang besar sehingga menyulitkan seseorang untuk berpartisipasi dipilih.

"Model-model kampanye yang selama ini kerap dilakukan seperti pengerahan massa, mengumpulkan massa dilapangan atau tempat tertutup sambil menyaksikan hiburan perlu diubah. Kalau perlu dilarang," kata Direktur Eksekutif Cetro, Hadar N Gumay usai seminar "Arti Pilkada untuk Orang Biasa" di Pontianak, Selasa.

Ia mengatakan, perlu dipertanyakan efektifitas model kampanye itu dalam menjaring pemilih. Berdasarkan kajian Cetro, tidak semua yang mengikuti kampanye massa akan memilih calon dimaksud.

"Bisa jadi mereka datang hanya untuk menikmati hiburan yang disajikan calon," kata Hadar N Gumay.

Ia menambahkan, untuk mengumpulkan massa dalam jumlah banyak dibutuhkan biaya yang besar pula sehingga tidak mengherankan biaya kampanye seorang calon dapat mencapai puluhan miliar.

Hadar N Gumay menyatakan, perubahan model kampanye itu menjadi salah satu permasalahan yang akan diajukan dalam pembahasan paket undang-undang politik di DPR.

Cetro, dalam sebuah kajian yang dilakukan pada 2005, mengungkapkan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk menggelar pilkada lebih mahal 56 persen dibandingkan biaya pemilu pilpres tahap pertama.

Berdasarkan perhitungan jumlah daerah dan jumlah pemilih yang akan mengadakan pilkada dibandingkan dengan anggaran yang disediakan lewat APBN dan APBD, menghasilkan biaya pilkada 2005 per pemilih sebesar Rp28.415, sedangkan biaya pemilihan presiden putaran pertama hanya Rp16.123.

Cetro mencatat, ada 226 daerah propinsi dan kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan pilkada selama kurun waktu Juni sampai Desember 2005.

Jumlah tersebut terbagi pada bulan Juni 2005, ada sembilan propinsi dan 174 kabupaten/kota yang akan melangsungkan pemilihan, sedangkan pada bulan Juli sampai Desember 2005 ada tiga propinsi dan 40 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pemillihan.

Sedangkan total jumlah pemilih untuk pilkada 2005, CETRO mencatat sebanyak 80.355.089 pemilih untuk seluruh pilkada 2005 tersebut. (T011/

Tidak ada komentar: