WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Jumat, 31 Agustus 2007

TIM SUKSES SEPAKAT PEMILU KALBAR DAMAI

Pontianak, 31/8 (ANTARA) - Partai politik dan tim sukses bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008 - 2013 sepakat untuk mengusung Pemilihan Umum (Pemilu) secara damai dan bertanggungjawab.

Dalam penandatangan nota kesepakatan damai Pemilu 2007 yang difasilitasi Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Pontianak di Hotel Kini, Pontianak, Jumat, seluh partai politik akan turut serta menyukseskan terlaksananya pemilihan langsung kepala daerah di Kalbar.

Selain itu, mereka juga siap mendukung tindakan tegas aparat sesuai prosedur terhadap para pelanggar hukum yang dilakukan pihak manapun yang bersifat anarkis dan mengganggu keamanan serta ketertiban di Kalbar.

Kepala Poltabes Pontianak, Kombes (Pol) Awang Anwaruddin mengatakan, meski belum ada penetapan calon gubernur dan wakil gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar, namun kesepakatan itu diharapkan dapat mengikat setiap pihak.

"Kalau terjadi bakal calon digugurkan karena tidak memenuhi persyaratan, kesepakatan ini dapat mengikat," katanya.

Ketua tim Sukses salah satu bakal calon Oesman Sapta - Ignatius Lyong, Abdul Salam menyatakan siap mendukung upaya damai tersebut. Pihaknya juga sepakat untuk tidak melakukan tindakan balasan meski atribut atau baliho maupun media kampanye lain dari figur yang diusung dirusak oknum tertentu.

Ketua KPU Kota Pontianak, Hefni Supardi menyambut baik sikap kepolisian untuk menciptakan Pemilu yang damai. KPU, lanjut Hefni, bekerja ekstra keras mengingat tahapan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur di Kalbar amat singkat yakni tiga bulan.

Ia mengakui, pada tahapan saat ini yakni pendaftaran pemilih masih terdapat riak-riak namun dalam kategori wajar.

Ia juga berharap partai politik mengingatkan kader maupun simpatisannya untuk mendukung pelaksanaan pemilihan tersebut dengan berbondong-bondong mengecek daftar pemilih sementara yang diumumkan oleh lurah atau desa masing-masing.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli menyatakan adanya potensi konflik dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. Hal itu disebabkan adanya figur yang masih mengusung isu suku, agama, ras dan antargolongan guna menarik simpati pemilih. (T011/

Tidak ada komentar: