WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Senin, 20 Agustus 2007

PANWAS PILKADA KALBAR DIDOMINASI MUKA BARU

Pontianak, 20/8 (ANTARA) - Muka baru mendominasi Panitia Pengawas Daerah (Panwasda) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Barat yang ditetapkan pimpinan DPRD Kalbar melalui rapat tertutup di Pontianak, Senin.

Lima nama yang dijadwalkan Selasa (21/8) dilantik sebagai Panwasda Kalbar yakni AKB Pol Ade Yana Supriyana (unsur kepolisian), Setia Untung Arimuladi (kejaksaan), Rustam Halim (pers), Hardiyonoko Mijon (tokoh masyarakat) dan Ahyar Asmu'ie (perguruan tinggi).

"Dari lima nama itu, hanya Rustam Halim yang mempunyai pengalaman dalam Panwasda. Pada Pilpres dan Pemilu sebelumnya, ia pernah menjadi anggota Panwasda Kalbar," kata Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli usai rapat.

Berdasarkan PP No 6 tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, pembentukan Panwasda dilakukan oleh DPRD sesuai tingkatan. Namun untuk anggota dari unsur kejaksaan dan kepolisian berupa usulan masing-masing instansi.

Komisi A (Bidang Hukum dan Pemerintahan) DPRD Kalbar, lanjut Zulfadhli, telah melakukan proses rekrutmen terhadap calon anggota Panwasda melalui seleksi administrasi, tes tertulis, uji kelayakan dan kepatutan.

Tes tertulis diikuti 16 pendaftar yang lolos seleksi administratif. Menurut Zulfadhli, hampir 80 persen dinilai layak dari segi kemampuan intelektual. Ada dua peserta seleksi yang sebelumnya menjadi Panwasda di Kabupaten Landak dan Sambas namun tidak terpilih.

"Dengan berbagai pertimbangan termasuk independensi tiap calon, disepakati tiga nama," katanya.

Ia mengakui, Panwasda akan menghadapi ujian berat dalam Pilkada Kalbar yang tahapannya telah dimulai 13 Agustus lalu. "Terlebih lagi Pilkada sifatnya langsung. Panwasda harus menggunakan ketentuan yang berlaku dan bekerja secara maksimal agar Pilkada Kalbar berlangsung lancar dan benar," ujarnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Kalbar, Zainuddin Isman mengatakan, setelah dilantik, pihaknya akan langsung mengadakan rapat kerja dengan Panwasda. Salah satu tugas berat adalah menyusun rencana anggaran dan kerja serta menyiapkan pengawas di tingkat kecamatan.

"Pembiayaan untuk Panwasda akan diajukan di dalam Perubahan APBD Kalbar. Perkiraan awal, besarannya sekitar Rp2 miliar tapi mungkin belum mencukupi," kata Zulfadhli.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalbar menjadwalkan pemungutan suara untuk Pilkada Kalbar pada 15 November 2007. Sejumlah pasangan yang siap maju yakni berdasarkan urutan abjad Akil Mochtar (Anggota DPR RI) - AR Mecer (aktivis ekonomi kerakyatan), Cornelis (Bupati Landak) - Christiandi Sandjaja (tokoh masyarakat Tionghoa), Oesman Sapta (pengusaha) dan Usman Ja'far (incumbent)- LH Kadir (incumbent). (T011/

Tidak ada komentar: