WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Selasa, 21 Agustus 2007

DPRD KALBAR SIAP KAJI ULANG PENETAPAN PANWAS PILGUB

Pontianak, 21/8 (ANTARA) - DPRD Kalimantan Barat siap mengkaji ulang surat keputusan penetapan anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Gubernur - Wakil Gubernur (Pilgub) 2007 menyusul protes Aliansi Jurnalis Independen (AJI) terhadap unsur pers yang terpilih.

"Kalau terbukti ada pelanggaran atau syarat administrasinya tidak terpenuhi, surat keputusan itu dapat dikaji ulang," kata Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli usai pelantikan anggota Panwas Pilgub Kalbar 2007 di Pontianak, Selasa.

Ia menambahkan, DPRD Kalbar melakukan serangkaian seleksi yang ketat terhadap seluruh pendaftar Panwas Pilgub Kalbar 2007.

Sebelumnya, pimpinan DPRD Kalbar melalui rapat tertutup, Senin (20/8) menetapkan tiga nama untuk menjadi anggota Panwas Pilgub yakni Rustam Halim (pers), Hardiyonoko Mijon (tokoh masyarakat) dan Ahyar Asmu'ie (perguruan tinggi).

Sedangkan dua nama lainnya yakni AKB Pol Ade Yana Supriyana (unsur kepolisian) dan Setia Untung Arimuladi (kejaksaan).

Sekretaris AJI Pontianak, M Aswandi menilai proses pemilihan tersebut terutama untuk unsur pers tidak memenuhi persyaratan yang berlaku. Rustam Halim dinyatakan tidak mewakili unsur pers karena pencalonannya berdasarkan rekomendasi dari organisasi wartawan yang tidak lolos verifikasi yang dilakukan Dewan Pers.

"Tiga organisasi wartawan yang lolos verifikasi Dewan Pers yakni AJI, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia)," kata Aswandi.

Rustam Halim mendapat rekomendasi dari Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI). AJI Pontianak sendiri merekomendasikan salah satu anggotanya, Rudy Agus, untuk mengikuti seleksi tersebut namun tidak terpilih.

"PJI juga sudah bubar. Terpilihnya Rustam menunjukkan DPRD Kalbar tidak profesional serta cenderung mempunyai kepentingan," katanya.

Sekretaris Komisi A (Bidang Hukum dan Pemerintahan) DPRD Kalbar, Zainuddin Isman mengakui, status maupun rekomendasi organisasi untuk Rustam Halim sempat menjadi pertimbangan saat seleksi.

Namun, Komisi A selaku panitia seleksi telah berkonsultasi dengan Dewan Pers maupun Departemen Hukum dan HAM.

"Dari sudut pandang organisasi, status maupun rekomendasi atas nama Rustam Halim dapat diterima," kata Zainuddin Isman.

Verifikasi yang dilakukan Dewan Pers terhadap 26 organisasi wartawan yang telah menandatangani Kode Etik Jurnalis Indonesia tidak otomatis membubarkan organisasi wartawan yang tidak memenuhi Standar Organisasi Wartawan (SOW).

Menurut Zainuddin Isman, terpilihnya Rustam Halim juga tidak berkaitan dengan rekomendasi organisasi melainkan dianggap layak dan memiliki nilai tertinggi dibanding calon lain dari unsur pers.

Komisi A juga merekomendasikan ke unsur pimpinan bahwa Panwas Pilgub Kalbar memerlukan calon yang sudah berpengalaman dalam menangani masalah pemilihan kepala daerah.

"Rustam Halim sudah pernah menjabat sebagai anggota Panwas saat pemilihan presiden dan legislatif 2004," kata Zainuddin Isman.

Meski terjadi protes, namun Ketua Pengadilan Tinggi Kalbar, Sofjan Tandjung tetap melantik anggota Panwas Pilgub Kalbar 2007 di Gedung DPRD Kalbar. (T011/

Tidak ada komentar: