WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Senin, 27 Agustus 2007

DPRD KALBAR INGATKAN POTENSI KONFLIK SAAT PILGUB

Pontianak, 27/8 (ANTARA) - DPRD Kalimantan Barat mengingatkan adanya potensi konflik di provinsi tersebut menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) periode 2008-2013 yang dijadwalkan berlangsung 15 Nopember 2007.

"Ada figur yang masih suka membawa isu-isu terkait SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan)," kata Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli di Pontianak, Senin.

Ia mengatakan, isu tersebut dimunculkan guna meraih simpati dari pendukung dengan harapan meraih suara terbanyak.

Menurut Zulfadhli, untuk mengantisipasi hal itu, aparat keamanan menyatakan kesiapannya mengambil sikap tegas terhadap pihak yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan kestabilan Kalbar.

Ia juga meminta Panitia Pengawas (Panwas) Pilgub Kalbar yang sudah dilantik beberapa waktu lalu ikut mengawasi tingkah laku bakal calon gubernur yang dapat mengarah ke perpecahan.

"Tapi kami berharap tidak ada lagi bakal calon gubernur yang tetap mengusung isu SARA selama tahapan pemilihan," kata Zulfadhli.

Selain itu, ia mengharapkan pelaksanaan Pilgub Kalbar berlangsung aman, damai tanpa adanya pengkotak-kotakan masyarakat berdasarkan golongan tertentu.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalbar, Fatahillah Abrar mengakui adanya "arah" yang menuju terjadinya potensi konflik selama Pilgub Kalbar.

PKS, lanjut Fatahillah, akan melakukan upaya santun terhadap bakal calon gubernur yang diusung untuk meredam potensi konflik tersebut.

"Kami berharap, tidak ada provokator yang bermain dalam Pilgub Kalbar mendatang," katanya.

Berdasarkan data KPU Kalbar, telah tiga pasang calon yang mendaftar sebagai calon gubernur yakni Akil Mochtar (anggota Komisi III DPR RI) - Anselmus Robertus Mecer (aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan), Oesman Sapta (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), dan Usman Dja'far - Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent). (T011/

Tidak ada komentar: