WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Sabtu, 02 Juni 2007

Partai Golkar Kalbar Calonkan Usman Jafar




Kompas Cyber Media (KCM)




Pontianak, Kompas - Partai Golkar memilih Usman Jafar sebagai calon gubernur yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah langsung Kalimantan Barat 2007. Meski diwarnai kericuhan, Usman akhirnya terpilih secara aklamasi dalam Rapat Tim Pilkada Pusat Partai Golkar yang berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Kalbar, Pontianak, Kamis (31/5).

Sebelumnya, ada enam bakal calon gubernur yang mendaftarkan diri ke Partai Golkar. Mereka adalah Usman Jafar yang kini adalah Gubernur Kalbar, Oesman Sapta (mantan Wakil Ketua MPR), Wali Kota Pontianak Buchary A Rahman, Zulfadhli (Ketua DPD Golkar Kalbar dan Ketua DPRD Kalbar), Barnabas Simin (Rektor STT Pontianak), dan Adhie Rumbee (mantan Ketua Majelis Adat Tionghoa Kalbar).

Adhie gugur dalam proses seleksi karena tidak melengkapi persyaratan administratif sesuai jadwal. Sesaat sebelum rapat tim dimulai, Oesman Sapta mundur karena tidak sepakat dengan kontrak politik yang diajukan Partai Golkar. Zulfadhli juga mundur dari pencalonan saat rapat tim tengah berlangsung.

Kepada wartawan seusai rapat, fungsionaris DPP Partai Golkar Ali Wongso H Sinaga yang memimpin Rapat Tim Pilkada Pusat menyatakan, Usman terpilih karena dia merupakan bagian dari keluarga besar Partai Golkar. Usman pernah menjadi anggota Dewan Penasihat Partai Golkar Jakarta Selatan sekitar 1992.

Rapat penentuan calon gubernur itu sempat ricuh. Pasalnya, mantan Ketua DPD Golkar Pontianak Gusti Hersan Aslirosa dan sejumlah pengurus ranting Golkar Kota Pontianak yang akan masuk ke ruang rapat dihalangi petugas keamanan. Beberapa waktu lalu, Hersan dicopot dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Pontianak. Kericuhan mereda setelah mereka diizinkan masuk.

Suasana rapat kembali memanas setelah pendukung Gusti Hersan memprotes pencopotan Hersan dari jabatan Ketua DPD Golkar Pontianak oleh DPD Partai Golkar Kalbar. Rapat ditunda satu jam, dan dilanjutkan kembali tanpa kendala berarti karena pendukung Hersan sepakat mengusung Usman.

Tidak demokratis

Oesman Sapta, bakal calon yang menarik diri, menilai proses pemilihan tidak menggambarkan demokratisasi. Namun, Ali menyatakan proses penjaringan calon gubernur sudah demokratis sesuai yang digariskan partai.

Malam sebelum pelaksanaan rapat tim, Usman mengaku sudah bertemu empat mata dengan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Kalla menanyakan komitmen Usman dalam memajukan Kalbar. (WHY)

Tidak ada komentar: