WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Rabu, 28 November 2007

KOALISI HARMONI BATAL MENGGUGAT HASIL PEMILU GUBERNUR KALBAR

Pontianak, 28/11 (ANTARA) - Koalisi Harmoni, pengusung incumbent (pejabat yang sedang berkuasa) Usman Ja'far - Laurentius Herman (LH) Kadir membatalkan rencana untuk menggugat hasil Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013 ke KPU Pusat dan Mahkamah Agung (MA).

"Koalisi dan pasangan yang kami usung sepakat untuk menerima hasil rekapitulasi suara maupun penetapan gubernur - wakil gubernur terpilih," kata Ketua Tim Koalisi Harmoni, Zulfadhli usai Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon Provinsi Kalbar di Pontianak, Rabu.

Dalam rapat terbuka mengenai rekapitulasi suara dan rapat pleno yang dilakukan KPUD Kalbar, Usman Ja'far - LH Kadir hanya meraih 659.279 suara. Angka tersebut di bawah pasangan terpilih, Cornelis-Christiandy Sanjaya yang diusung PDI Perjuangan dengan raihan 930.679 suara.

Menurut Zulfadhli, pertimbangan utama pembatalan yakni untuk menghindari persoalan baru yang mungkin muncul kalau gugatan tersebut tetap dilanjutkan. "Tetapi terhadap temuan yang kami inventarisir, tetap akan disampaikan ke KPU Pusat dan Daerah sebagai catatan terhadap pelaksanaan Pemilu di Kalbar," kata Zulfadhli.

Zulfadhli yang juga Ketua DPRD Kalbar itu mengharapkan proses peralihan dari Usman Ja'far ke Cornelis berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan gejolak.

Sementara Usman Ja'far mengatakan, hasil yang dicapai dalam Pemilu Kalbar tersebut merupakan pilihan rakyat. "Apapun hasilnya, itu keputusan terbaik pilihan rakyat yang harus dihormati," kata Usman Ja'far.

Sebelumnya, Koalisi Harmoni berencana untuk melaporkan akumulasi permasalahan yang ditemui selama pelaksanaan Pemilu Kalbar ke MA atau KPU Pusat sebelum tenggat waktu tiga hari pengajuan gugatan seputar pemilu berakhir.

Hal itu disampaikan Luthfie Abdul Hadi dan Syarif Abdullah sebagai Wakil Ketua Koalisi Harmoni, Ketua Bidang Advokasi Koalisi Harmoni Ali Said dan Ketua Partai Keadilan Sejahtera, Abdurrahmi, salah satu partai di Koalisi Harmoni, kepada wartawan di Pontianak, Senin (26/11).

Koalisi Harmoni merupakan gabungan Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka. Porsi suara delapan partai pada pemilu legislatif 2004 52, 41 persen.

Menurut Luthfie, permasalahan selama tahapan Pemilu tersebut di antaranya data pemilih yang tidak akurat dan intimidasi terhadap masyarakat serta saksi dari Koalisi Harmoni di daerah tertentu sehingga mereka tidak dapat mengawasi proses pemungutan suara.

"Tingkat partisipasi pemilih di daerah pedalaman atau pehuluan yang tinggi yang lebih tinggi dibanding daerah pesisir menimbulkan kecurigaan bahwa ada yang tidak beres terutama dalam pelaksanaan pemilihan," kata Luthfie.

Koalisi Harmoni juga sempat menolak hasil rekapitulasi surat suara sah yang dilakukan KPUD Kalbar dengan tidak menandatangani berita acara (BA).

KPUD KALBAR TETAPKAN CORNELIS JADI GUBERNUR TERPILIH

Pontianak, 27/11 (ANTARA) - Pasangan Cornelis - Christiandy Sanjaya ditetapkan sebagai Gubernur - Wakil Gubernur terpilih Kalimantan Barat periode 2008-2013 oleh KPUD Kalbar dalam rapat pleno terbuka di Ruang Serba Guna Gedung DPRD Kalbar, Pontianak, Selasa sore.

Pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu, mendapat 930.679 suara atau 43,67 persen dari 2.131.089 suara sah. Jumlah tersebut mengungguli pasangan 'incumbent' Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir yang hanya meraih 659.279 suara atau 30,94 persen.

Usman Ja'far - LH Kadir diusung Koalisi Harmoni, yakni gabungan Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka. Porsi suara delapan partai pada pemilu legislatif 2004 sebesar 52,41 persen.

Pemilu Gubernur - Wakil Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon. Dua calon lainnya yakni pasangan Oesman Sapta - Ignatius Lyong mendapat 335.368 suara (15,74 persen) dan Akil Mochtar - AR Mecer 205.763 suara (9,66 persen).

Total pemilih pada pilkada 2.143.614 suara, surat suara tidak sah 34.460. Warga yang mempunyai hak pilih namun tidak menggunakan hak pilihnya 788.482 orang.

Ketua KPUD Kalbar, Aida Mochtar, mengatakan, berdasarkan Undang-Undang, pemenang pemilu gubernur ditetapkan dari perolehan suara terbanyak yakni 50 persen plus satu. Namun kalau tidak terpenuhi, maka yang melebihi 25 persen ditetapkan sebagai calon terpilih.

"Untuk Pemilu Gubernur - Wakil Gubernur Kalbar, ada dua pasangan calon yang memperoleh suara diatas 25 persen," kata Aida.

Berdasarkan rekapitulasi suara sah dalam rapat terbuka oleh KPUD Kalbar di Pontianak, Senin (26/11), pasangan Cornelis - Sanjaya yang memperoleh suara tertinggi ditetapkan sebagai pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar terpilih periode 2008-2013.

Keputusan itu tertuang dalam berita acara penetapan yang ditandatangani lima anggota KPUD Kalbar dengan Nomor : 21/BA/KPU/KB/XI/2007 tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Terpilih dalam Pemilu Gubernur - Wakil Gubernur Kalbar 2007.

Selain itu, keputusan tersebut juga memperhatikan pasal 89 ayat (1) PP No 6 tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, pasal 107 ayat 1-2 UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, jo pasal 95 ayat 1-2 UU No 6 tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

USMAN JA'FAR PAMITAN SETELAH KALAH DI PILKADA KALBAR

Pontianak, 27/11 (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat, Usman Ja'far, "berpamitan" dengan anggota DPRD Kalbar dan pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi setelah hasil penghitungan suara sah pilkada Kalbar memenangkan pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya.

Dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kalbar tentang Nota Keuangan RAPBD Tahun Anggaran 2008 di Pontianak, Selasa, Usman Ja'far menyatakan bahwa penyampaian rancangan tersebut merupakan kesempatan terakhirnya.

"Kontrak sebagai Gubernur Kalbar berakhir tahun ini," kata Usman Ja'far yang berpasangan dengan Laurentius Herman (LH) Kadir itu.

Usman juga menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada anggota Dewan serta seluruh jajaran pemerintahan yang telah bersama-sama melaksanakan APBD Kalbar selama lima tahun.

Sementara terhadap rakyat Kalbar, Gubernur memanjatkan rasa syukurnya karena pelaksanaan Pemilu Gubernur berjalan lancar dan aman. "Selama ini Kalbar dikenal sebagai daerah bekas konflik. Tapi ternyata Pemilu berjalan lancar dan aman," katanya.

Usman Ja'far mengaku gembira dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari publik dalam Pemilu tersebut. Meski mengisyaratkan kekalahan, namun ia mengaku tidak mau mendahului hasil rapat pleno KPUD Kalbar mengenai pemenang Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar Periode 2008-2013 yang rencananya berlangsung sore ini.

"Apapun hasilnya, itu keputusan terbaik pilihan rakyat yang harus dihormati," kata Usman Ja'far.

Mantan direksi di A Latief Group itu juga mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh penyelenggara Pemilu baik di tingkat TPS hingga Provinsi Kalbar serta petugas keamanan yang "all out" menjaga Kalbar sehingga tetap aman.

Rapat terbuka KPUD Kalbar di Pontianak, Senin, memutuskan pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya meraih suara terbanyak dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013 yakni 930.679 suara.

Pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu, unggul atas incumbent Usman Ja'far-LH Kadir yang meraih suara terbanyak kedua, yakni 659.279 suara.

Terbanyak ketiga pasangan Oesman Sapta-Ignatius Lyong 335.368 suara, dan urutan terakhir M Akil Mochtar-AR Mecer 205.763 suara.

Total pemilih 2.143.614 suara, surat suara tidak sah 34.460. Warga yang mempunyai hak pilih namun tidak menggunakan hak pilihnya 788.482 orang.